Senin, 02 November 2020

MENGENAL SOSOK DIRI RASULULLAH ﷺ



Mengenal sosok nabi Muhammad ﷺ bukan hanya mengagumkan, lebih dari itu orang yang hafal 10 keistimewaan pada diri Nabi Muhammad SAW dia akan diberikan aman dan terhindar dari keburukan (yang mungkin timbul dari) api, pencuri, dan bencana.

 

Demikian yang dijelaskan dalam kitab Maraqi Al Ubudiyyah karya Syeikh Nawawi Al Bantani :

 

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهٰ مُطْـلَقًا أَبَـدًا ۞

۞ وَمَا تَثَائَبَ أَصْلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ

 

1. Thaha (Rasulullah ﷺ) tidak pernah ber-ihtilam (mimpi basah) baik sebelum jadi nabi ataupun sesudahnya.

 

2. Sepanjang masa Rasulullah ﷺ sama sekali tidak pernah menguap.

 

مِنْهُ الدَّوَابُّ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَا وَقَعَتْ ۞

۞ ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِى جِسْـمِهِ الْحَسَنِ

 

3. Tidak ada satupun binatang yang melarikan diri dari beliau (tidak takut).

 

4. Tidak pernah ada lalat yang hinggap di tubuh beliau yang mulia

 

بِخَلْفِــهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـبَتَتْ ۞

۞ وَلَا يُرٰى أَثْرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِيْ عَلَنِ

 

5. Rasulullah ﷺ bisa melihat sesuatu yang ada di belakangnya, sebagaimana beliau melihat sesuatu itu yang ada di hadapannya.

 

6. Bekas air kencing Rasulullah ﷺ tidak bisa dilihat di permukaan bumi

 

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَـيْنُ قَدْ نَعَسَتْ ۞

۞ وَلَا يَرٰى ظِلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَطِنِ

 

7. Hati beliau tidak pernah tidur, walaupun matanya mengantuk.

 

8. Bayangan beliau dibawah sinar matahari tidak dapat dilihat oleh oleh orang cerdas

 

كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَـا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا ۞

۞ عِنْدَ الْوِلَادَةِ صِفْ يَاذَا بِمُخْتَتَنِ

 

9. Pundak beliau selalu terlihat lebih tinggi dari pundak orang lain ketika duduk bersama beliau

 

10. Rasulullah ﷺ lahir sudah dalam keadaan telah di khitan

 

هٰذِالْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَــاتَكُنْ أٰمِنًا ۞

۞ مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ

 

Ini semua merupakan keistimewaan beliau, hendaknya engkau hapalkan bait tersebut, niscaya engkau mendapat perlindungan dari bahaya kebakaran, pencurian dan musibah.

 

Semoga bermanfaat…

 

Jangan lupa bershalawat...

 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَرْوَاحِ ۞ وَعَلَى جَسَدِهِ فِي الْأَجْسَادِ ۞ وَعَلَى قَبْرِهِ فِي القُبُورِ ۞ وَعَلَى آلِهِِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ۞

 

Semoga bermanfaat


Rabu, 26 Agustus 2020

PUASA TASU’A DAN ‘ASYURA



Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram, khususnya puasa ‘Asyura, dengan keutamaan bisa menghapuskan dosa setahun pada masa lalu. Hari ‘Asyura adalah hari kesepuluh pada bulan Muharram.

 

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ۞

 

“Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu” (HR. Muslim no. 1975).

 

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ۞

 

"Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa 'Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

 

Ibnu Abbas RA mengabarkan semangat puasa Nabi SAW sebagai berikut:

 

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ ۞

 

“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

LENGKAPI PUASA ‘ASYURA DENGAN PUASA TASU’A

 

Rasulullah SAW menganjurkan kepada yang melaksanakan puasa ‘Asyura, untuk melengkapi dengan puasa Tasu’a sehari sebelumnya.

 

Puasa Tasu'a (tanggal 9 Muharram) ini disyariatkan untuk menyelisihi syariat puasa Yahudi dan Nasrani.

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata,

 

“Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’

 

Rasulullah SAW lalu menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita akan berpuasa (mulai) pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, ternyata Nabi SAW sudah wafat” (HR. Muslim no. 1916).

 

BOLEHKAN HANYA PUASA ‘ASYURA TANPA PUASA TASU’A..?

 

Imam Asy-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berkata : “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara keseluruhan, karena Nabi SAW telah berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

 

Imam Nawawi rahimahullaah menyebutkan ada tiga hikmah disyariatkannya puasa pada hari Tasu’a:

 

1. Untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.

 

2. Untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja.

 

3. Untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari kesembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.

 

Meski disunnahkan berpuasa Tasu’a, namun terkadang seseorang tidak ingat atau memiliki halangan untuk berpuasa Tasu’a, seperti sakit, bepergian, ada pekerjaan yang berat, atau alasan lainnya.

 

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfah Al-Muhtaj juga menyimpulkan bahwa tidak apa-apa berpuasa pada hari itu saja.

 

Jadi, bagi yang berpuasa pada hari ‘Asyura saja tanpa menambah puasa Tasu’a sehari sebelumnya Tetap dibolehkan. Hanya saja memang yang lebih utama adalah menambah puasa Tasu’a sehari sebelumnya

 

Wallohu A’lamu

Selasa, 18 Agustus 2020

TAHUN BARU HIJRIYAH 1442

 

DO'A AKHIR TAHUN (dibaca sebelum Maghrib)

 

1. Puasa hari terakhir bulan Dzul Hijjah dan hari pertama bulan Muharram

 

Al-Hafidl Ibn Hajar meriwayatkan hadist dari Sayyidah Hafshoh bahwa Nabi bersabda:

 

“Barang siapa berpuasa pada hari terakhir bulan Dzul Hijjah dan hari pertama bulan Muharram, maka Allah menjadikannya sebagai pelebur dosa 50 tahun baginya,

 

Sedangkan puasa sehari pada bulan Muharram membandingi puasa tiga puluh hari”

 

2. Setelah Shalat Ashar :

 

a. Membaca Istighfar 100 kali

b. Membaca Shalawat Nabi 11 kali

c. Membaca Ayat Kursi 7 kali

 

Tambahan Ijazah dari KHM. Arwani Amin Kudus,

 

Sebelum do'a Akhir tahun membaca :

 

a) Al hamdulillaahi Robbil ‘Alamin             11x

 

b) Al Baqiyatush Sholihat                            11x

 

c) Yaa Allohu

Yaa Rohmanu

Yaa Rohiimu        11x

 

d) Iyyaaka Na’budu Waiyyaaka Nastaiin      11x

 

e) Ya Dzal Jalali Wal Ikrom      105 x

 

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ ١٠٠×

اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  ،  اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ  ١١×

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن    ١١× 

أَيَةْ الْكُرْسِيْ      ١١×

الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ       ١١×

(سُبْحَانَ اللهِ وَﭐلحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَآاِلٰـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ ، وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِ)

 

يَا اللهُ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ ١١×  

إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ١١×

يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإكْرَامِ  ١٠٥×

 

Lalu membaca do'a akhir tahun tiga kali:

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۞ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ۞

 

اَللّٰهُـمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ ۞

 

اَللّٰهُـمَّ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ ۞ وَمَا عَمِلْتُهُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ۞ فَـأَسْأَلُكَ اللّٰهُـمَّ يَاكَرِيْمُ ۞ يَا ذَااْلجَـلَالِ وَاْلاِكْرَامِ ۞ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ ۞ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ۞ وَالْحَمْدُ  لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ ( ٣× )

 

Dalam Versi lain :

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۞ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ۞

 

اللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِيْ السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ ۞

 

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ ۞

 

اللّٰهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞

 

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ۞ وَالْحَمْدُ  لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ ( ٣× )

 

Shalat Maghrib.

 

DO'A AWAL TAHUN (dibaca setelah Maghrib)

 

1. Setelah shalat Maghrib, sholat hajat 2 rekaat.

 

أَصَلِّي سُنَّةً لِقَضَاءِ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

 

Pada rekaat pertama setelah membaca fatihah membaca Q.S Al-Kafirun 10 kali

 

Dan pada rekaat kedua setelah fatihah membaca Q.S Al-Ikhlas 10 kali

 

2. Melakukan Sujud Syukur dengan membaca :

 

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقَوَّتِهِ ۞ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ ۞

 

3.       Sholawat Nabi 100 kali :

 

اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ ( ١٠٠ × )

 

4. Membaca Al Baqiyatus Shalihat 10 kali :

 

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَﭐلحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَآ اِلٰـهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللهُ اَكْبَرُ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِ ۞

 

5. Lalu membaca do’a Awal Tahun :

 

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ۞ اَللّٰهُـمَّ اَنْتَ اْلاَبَدِيُّ اْلقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ ۞ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ اْلمُعَوَّلِ ۞ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ ۞ نَسْألُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَاۤءِهِ وَجُنُوْدِهِ ۞ وَاْلعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ ۞ وَاْلاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ اِلَيْكَ زُلْفٰى ۞ يَا ذَااْلجَلَالِ وَاْلاِكْرَامِ ۞ 

 

يَا مُحَوِّلَ اْلحَوْلِ وَاْلاَحْوَالِ ۞ حَوِّلْ اَحْوَالَنَا اِلَى اَحْسَنِ حَالٍ ۞  بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَامُتَعَالِ ۞ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ۞ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ ﴿ ٣× ﴾  اَلْفَاتِحَةْ

 

Do’a Awal Tahun Versi Lain :

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَللّٰهُـمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِيْنَ ۞ وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِيْ فِيْمَا بَقِيَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞

 

اَللّٰهُـمَّ هٰذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةٌ لَمْ أَعْمَلْ فِيْ ابْتِدَائِهَا عَمَلًا يُقرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى غَيْرَ تَضَرُّعِيْ إِلَيْكَ ۞ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُوَفِّقَنِيْ لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ مِنَ الْقِيَامِ بِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ ۞ وَأَلْزَمْتَنِيْ الْإِخْلَاصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ فِيْ عِبَادَتِكَ ۞ وَأَسْأَلُكَ إِتْمَامَ ذٰلِكَ عَلَيَّ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ۞

 

اَللّٰهُـمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ، يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا، وَأَمْنَهَا وَسَلَامَتَهَا ۞ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا ۞ وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا ۞ وَأَرْغَبُ إِلَيْكَ أَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِيْ الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ وَدُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ ۞ وَتُوَفِّقَنِيْ فِيْهَا إِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ فِيْ مَعَادِيْ ۞ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اَللّٰهُـمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ ۞ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ﴿ ٣× ﴾  ۞ اَلْفَاتِحَةْ .....

 

6. Membaca ayat kursi sebanyak 360 atau 36

 

Dalam keterangan lain 121/100/77/ 41/21/11 kali (dengan basmalah di setiap permulaannya)

 

7. Setelah selesai membaca ayat kursi lalu membaca do’a :

 

اَللّٰهُـمَّ يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ ۞ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ ۞ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَال ۞ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم ۞

 

Semoga bermanfaat

Minggu, 16 Agustus 2020

PENDIRI PRAMUKA INDONESIA


Beliau adalah...

Habib Husein Al Muthohar,

Lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916

 

Beliau adalah...

- Pendiri Gerakan Pramuka 

- Pencipta lagu 17 Agustus

- Pencipta lagu Syukur, dll

- Pejuang “Pertempuran Lima Hari” Semarang.

- “Sopir” pribadi Bung Karno saat perang

- Pengawal Bung Karno saat haji

- Orang yg di percaya Bung Karno untuk menyelamatkan Bendera Pusaka saat Belanda melumpuhkan Yogyakarta pada 1948. Dan Muthohar lolos dari pemeriksaan ketat tentara Belanda.

- Duta Besar RI di Tahta Suci Vatikan.

- Penerima Anugerah Bintang Gerilya

- Penerima Bintang Mahaputra

Dan lain-lain

 

Kebanyakan masyarakat luas tidak tahu kalau beliau adalah seorang Habib, karena selama ini hanya disebutkan H. MUTHAHAR

 

Beliau meninggal dunia pada

Rabu petang, 9 Juni 2004,

Pukul 16.30 WIB

Dua bulan menjelang ulang tahunnya yang ke-88. 

 

Beliau dimakamkan sebagai rakyat biasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut Jakarta Selatan dengan tata cara Islam.

 

Semestinya beliau berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dengan upacara kenegaraan sebagaimana penghargaan yang lazim diberikan kepada para pahlawan. Tetapi, beliau tidak menginginkan itu. Sesuai dengan wasiat beliau

 

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75