Jangan Lupa Berprasangka Baik
Senin, 02 Februari 2026
nth Term
Rabu, 07 Januari 2026
materi 8 januari 2026
1. The head teacher wants answers to the following questions:
Do learners feel safe in the school environment?
Are learners satisfied with the school facilities (classrooms, toilets, library)?
Your task is to investigate these questions using a sample of the learners in the school.
a. What data will you collect?
b. How will you choose your sample?
c. How will you collect the data?
Give reasons for your answers.
2. A school canteen is used by students every day. You are doing a survey to find out what students think about the food and service. You want to talk to a sample of 80 students. The survey must be done during lunchtime.
a. What factors might affect a student’s opinion of the canteen?
b. Describe how you can choose a sample. Take account of the factors you identified in part a. Give any advantages and disadvantages of your method.
https://almanhaj.or.id/12414-hadits-yang-paling-mulia-tentang-sifat-sifat-wali-wali-allah-2.html
https://www.instagram.com/p/DTKu33rEwcD/
https://www.instagram.com/p/DS_n2qUCWx3/
Senin, 29 Desember 2025
KEHEBATAN SHALAWAT NARIYAH
Assalamualaykum wr wb
RAHASIA MBAH HASYIM MENGAJI SELAMA 120 TAHUN
40 TAHUN MENGAJI KEPADA IMAM BUKHARI,
40 TAHUN MENGAJI KEPADA IMAM SYAFI'I,
40 TAHUN MENGAJI KEPADA IMAM JUNAIDI DAN IMAM GHAZALI
================
Alkisah :
Ketika Mbah Hasyim nyantri di Bangkalan Madura beliau diberi tugas mengurusi kuda milik Mbah Kholil hingga kesempatan untuk ngajipun tidak banyak.
Suatu hari Mbah Kholil kedatangan tamu seorang Kyai dari Jawa
Ketika tamu tersebut ditanya keperluannya apa, tamu tersebut langsung mengutarakan keperluannya kepada Mbah Kholil.
Tamu: “Mbah, saya datang kesini pertama niat silaturrahim dan yang kedua saya hendak menikahkan putri saya mengingat dia sudah cukup dewasa kiranya saya harus mencarikan jodoh untuknya
Apalagi usia saya juga sudah di ambang pintu ajal yang tak lama lagi Allah pasti memanggil saya
Untuk itu saya mohon petunjuk dan izin Kyai untuk mencarikannya”.
Tanpa berfikir panjang Mbah Kholil langsung memanggil Mbah Hasyim yang ada di belakang rumah beliau yang sedang ngurusi kuda.
Mbah Hasyim yang mendengar suara gurunya memanggil spontan langsung lari menghadap sang guru.
Mbah Hasyim: “Iya Kyai Njenengan manggil saya?”
Mbah Kholil: “Iya”.
Tanpa banyak tanya lagi Mbah Hasyim langsung diam merunduk, lalu Mbah Kholil berkata kepada tamu beliau. Ini dia calon menantumu yang akan meneruskan perjuanganmu nanti
Tamu pun terkejut tegang dan tak habis fikir sambil bergumam dalam hatinya, masa iya sih santri seperti ini akan mengurus pesantrenku? Sepertinya saya tidak yakin bila anak ini banyak ilmunya.
Mbah Hasyim sendiri pun terkejut, sambil bergumam dalam hatinya, masa iya ya Mbah Kholil tega akan menjodohkan saya dengan putrinya ulama’ yang begitu mulia, santrinya banyak dan berwibawa
Mbah Kholil lalu menyambung dawuhnya apa yang keduanya pikirkan.
Mbah Kholil: “Sudahlah kamu (tamu) pulang saja dan siapkan selamatannya di rumahmu. Tiga hari lagi aqad nikah dilaksanakan.
Dan kamu Hasyim kembali ke belakang!”
Mbah Hasyim pun kembali ke tempat tugasnya dengan hati yang risau, pikiran kacau balau dan perasaan galau,
“Bagaimana saya bisa menjalani ini semua, kenapa guru tidak memberi tau sebelumnya atau paling tidak menawarkannya?”
Gundah gulana bimbang ragu dan bingung terus berkecamuk dalam fikiran Mbah Hasyim.
Di saat-saat seperti itulah tiba-tiba Hidayah Allah ditampakkan...
Bersambung....
SHALAWAT NARIYAH
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍنِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ فيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman. Taamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhalu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhoo bihil hawaaiju wa tunaalu bihir roghooibu.
Wa husnul khowatiimi wa yustasqol ghomaamu biwajhihil kariimi wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’lu mi lak
Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad,
Yang dengan sebab Nabi SAW
Semua kesulitan dapat terpecahkan, Semua kesusahan dapat dilenyapkan, Semua keperluan dapat terpenuhi, Semua yang didambakan terkabul serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat diri nabi Muhammad yang mulia yang mulia hujanpun menjadi turun,
Dan juga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”
Wassalamualaykum wr wb
Saat manusia meragukanmu, bisa jadi Allah sedang memilihmu.
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
Minggu, 28 Desember 2025
Ketika Sayap Tak Lagi Dipercaya
“Mengikuti keramaian sering membuat kita lupa tujuan.”
Kisah ini mengingatkan kita pada kehidupan
manusia. Banyak dari kita yang mudah terombang-ambing oleh komentar orang
lain—komentar yang sering kali datang dari mereka yang tidak sungguh-sungguh
mengenal diri kita. Orang lain hanya melihat dari luar, sementara kitalah yang
paling memahami diri kita secara mendalam: kekuatan, keterbatasan, tujuan, dan
jalan hidup kita sendiri.
Namun sering kali, demi mendapatkan validasi,
pujian, atau sekadar agar tidak ditolak, kita mengorbankan pemahaman kita
terhadap diri sendiri. Kita mulai menyesuaikan diri dengan harapan orang lain,
hingga perlahan-lahan menjauh dari jati diri kita. Akibatnya, seperti burung
gagak tadi, kita tidak sungguh-sungguh menjadi apa pun: tidak optimal pada
potensi asli, dan gagal dalam peran yang dipaksakan.
Karena itu, perjalanan hidup seharusnya
diawali dengan pengenalan diri, lalu dilanjutkan dengan keberanian
untuk menjadi diri sendiri. Ketika kita telah memahami siapa diri kita dan
apa tujuan hidup kita, saat itulah kita perlu berdiri teguh di jalan yang kita
yakini.
Pesannya jelas: tidak semua suara layak
diikuti, dan tidak semua penilaian orang lain harus menjadi arah hidup
kita.
Wassalamualaykum wr wb
“Kau diciptakan untuk terbang, bukan untuk
memenuhi selera penonton.”
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
“Seteguk Air dan Nilai Sebuah Kekuasaan”
Syukur bukan tentang memiliki segalanya, tetapi
menyadari betapa berharganya hal-hal yang kita anggap sepele.
Assalamualaykum wr wb
Suatu hari, Khalifah Harun Al-Rasyid,
penguasa besar di masanya yang dikenal cinta ilmu, bertemu dengan seorang sufi
bernama Ibnu Sam’an. Dalam pertemuan itu, sang khalifah meminta nasihat
darinya.
Harun Al-Rasyid terdiam. Ia menyadari bahwa
nikmat yang selama ini dianggap sepele—air minum dan kesehatan tubuh—ternyata
nilainya jauh lebih besar daripada kekuasaan dan harta yang ia miliki.
Kisah ini mengajarkan bahwa Allah telah
menganugerahkan nikmat yang sangat mahal kepada manusia, namun sering kali
kita lalai mensyukurinya. Padahal, satu nikmat kecil saja, jika dicabut, mampu
membuat manusia rela menukar apa pun yang ia punya.
Wassalamualaykum wr wb
Kebahagiaan sejati lahir dari kesadaran, bukan dari kekuasaan.
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
“Kesalahan dalam Meminta”
Assalamualaykum wr wb
Doa itu ternyata dikabulkan. Penyakit berat
yang kini menimpanya adalah buah dari permintaannya sendiri.
Seakan Rasulullah ﷺ ingin menegaskan: bukankah
Allah Maha Kuasa untuk memberi kebaikan sekaligus di dunia dan di akhirat?
Mengapa manusia sering berdoa dengan permintaan yang setengah-setengah, bahkan
memberatkan diri sendiri, seolah-olah Allah harus memilih antara satu kebaikan
dan kebaikan lainnya?
Kisah ini mengajarkan bahwa sering kali pikiran
kitalah yang membuat hidup terasa sempit. Kita sendiri yang memberi syarat-syarat
aneh dalam doa, membebani diri dengan nazar dan harapan yang tidak
proporsional, seakan kebaikan Allah itu terbatas.
Padahal, Allah Maha Luas rahmat-Nya. Yang
dibutuhkan adalah mindset yang benar: berani berharap pada kebaikan yang
utuh, tanpa merendahkan diri dengan prasangka bahwa kita hanya layak menderita.
Wassalamualaykum wr wb
“Doa yang salah bukan ditolak, tetapi bisa
memberatkan diri sendiri.”
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
Pelajaran dari Kutub Selatan
“Masalah kecil menjadi mematikan ketika diberi
porsi berlebihan.”
Assalamualaykum wr wb
Seorang admiral dari Amerika Serikat yang
dikenal sebagai penjelajah Kutub Selatan pernah menuliskan pengalamannya selama
ekspedisi di wilayah paling ekstrem di bumi. Suhu di sana bisa mencapai 80
derajat di bawah nol, kondisi yang sedikit saja kesalahan—salah pakaian,
salah perlengkapan—dapat langsung mengancam nyawa.
Namun, hal yang paling mengherankan bagi sang
admiral bukan hanya ganasnya alam, melainkan perilaku manusia di dalamnya.
Di tengah ancaman kematian yang nyata, para awak justru sering terlibat konflik
akibat hal-hal yang sangat sepele. Mereka bertengkar karena ada yang
melewati jatah waktu tidur, jengkel karena suara kunyahan teman saat makan,
atau berselisih karena kebiasaan kecil yang sebenarnya tidak berarti apa-apa.
Sang admiral menyaksikan bagaimana masalah-masalah
kecil mampu merampas kejernihan akal, bahkan pada orang-orang yang
seharusnya sangat disiplin dan terlatih. Padahal, setiap detik hidup mereka
berada di ujung bahaya. Ironisnya, justru hal-hal remeh itulah yang diberi
porsi perhatian terlalu besar, sementara persoalan paling utama—bagaimana
bertahan hidup—sering terabaikan.
Dari pengalaman itu, sang admiral menarik satu
pelajaran penting: bukan semua masalah layak dibesarkan. Ada persoalan
yang memang ada, tetapi ada pula masalah yang jauh lebih besar dan lebih
mendesak yang sering kita anggap sepele. Ketika fokus kita salah, hal kecil
bisa menghancurkan ketenangan, bahkan di saat hidup sedang dipertaruhkan.
Wassalamualaykum wr wb
“Hidup terancam bukan hanya oleh badai, tapi
oleh fokus yang keliru.”
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)