Belajarlah tersenyum saat diuji, karena tidak semua hal layak dibalas dengan emosi.
Assalamualaykum wr wb
Majelis Rasulullah ﷺ dikenal sebagai tempat yang penuh kehangatan. Di sana terdapat nasihat, ilmu, dan juga senda gurau yang menyegarkan suasana. Candaan yang terjadi bukanlah gurauan yang sia-sia, melainkan canda yang tetap mengandung nilai kebaikan dan mempererat persaudaraan.
Salah seorang sahabat yang dikenal suka bercanda adalah Abdullah, yang di kalangan sahabat dijuluki “Si Keledai”. Julukan itu diberikan karena sifatnya yang terkadang polos, nekat, dan mengundang senyum orang-orang di sekitarnya.
Suatu hari, Abdullah mengirimkan hadiah kepada Rasulullah ﷺ berupa madu dan minyak. Rasulullah ﷺ merasa heran, karena Abdullah bukanlah orang yang memiliki banyak harta. Tidak lama kemudian, Abdullah datang kembali bersama seseorang yang menagih pembayaran madu dan minyak tersebut.
Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ tidak marah sedikit pun. Beliau justru tersenyum melihat tingkah laku Abdullah yang polos namun penuh kecintaan. Rasulullah ﷺ kemudian meminta salah seorang sahabat untuk membayar utang tersebut, karena saat itu beliau sendiri tidak memiliki uang.
Peristiwa ini menunjukkan betapa lembut dan mulianya akhlak Rasulullah ﷺ. Beliau tidak mudah tersinggung, bahkan mampu membalas keusilan dengan senyuman. Candaan yang terjadi di antara Rasulullah ﷺ dan para sahabat menjadi bukti eratnya persaudaraan serta indahnya akhlak yang dipenuhi kasih sayang.