Kemenangan paling mulia adalah ketika engkau unggul tanpa melukai siapa pun.
Assalamualaykum wr wb
Suatu hari, Sultan menggambar sebuah garis di lantai istana. Lalu ia berkata kepada para penasihatnya, “Siapa di antara kalian yang bisa memendekkan garis ini tanpa menyentuh atau menghapusnya?”
Semua orang terdiam. Mereka berpikir keras, tetapi tidak ada yang berani mencoba, karena syaratnya tidak boleh menyentuh garis tersebut.
Kemudian, seorang penasihat yang cerdik maju. Ia tidak menyentuh garis Sultan sama sekali. Ia justru menggambar garis lain di sampingnya—sejajar, tetapi lebih panjang.
Ia lalu berkata, “Wahai Sultan, sekarang garis Paduka menjadi lebih pendek.”
Semua yang hadir pun tersadar. Garis Sultan tidak dihapus, tidak disentuh, tetapi terlihat lebih pendek karena ada garis lain yang lebih panjang.
Dari peristiwa itu, Sultan memahami sebuah pelajaran penting: untuk mengalahkan orang lain, tidak selalu harus menjatuhkan atau merusaknya. Cukup dengan memperbaiki diri dan membuat kebaikan yang lebih besar, maka dengan sendirinya kita akan unggul.
Inilah makna dari berlomba-lomba dalam kebaikan—fastabiqul khairat—bukan tentang siapa yang berhasil menjatuhkan, tetapi siapa yang berhasil memperbanyak kebaikan.
Cara elegan mengalahkan adalah dengan menjadi lebih baik, bukan membuat orang lain lebih buruk.
Wassalamualaykum wr wb
BERUSAHA JADI ORANG NORMAL