Senin, 18 Mei 2026

Ar-Rahman Ar-Rahim


Jangan biarkan air mata orang tua jatuh, sebab di setiap doanya langit sedang dibukakan untukmu.

Assalamualaykum wr wb

Dikisahkan, seusai sebuah peperangan, orang-orang berkumpul di suatu tempat. Di tengah keramaian itu, ada seorang anak laki-laki yang hendak dilelang sebagai budak. Hari itu sangat terik karena musim panas sedang memuncak.

Tiba-tiba, seorang wanita melihat anak tersebut dari kejauhan. Dengan susah payah ia menerobos kerumunan, diiringi beberapa temannya. Setelah berhasil mendekat, wanita itu segera meraih sang anak dan mendekapnya erat-erat. Ia lalu memalingkan tubuhnya dari arah lembah untuk melindungi anak itu dari sengatan matahari sambil berkata penuh haru, “Anakku… anakku…”

Melihat peristiwa itu, orang-orang pun membatalkan pelelangan tersebut.

Tak lama kemudian, Muhammad ﷺ datang dan berdiri di hadapan mereka. Orang-orang lalu menceritakan kejadian yang baru saja mereka saksikan. Beliau tampak gembira melihat kasih sayang yang ditunjukkan wanita itu.

Kemudian beliau bersabda:

“Apakah kalian merasa kagum terhadap kasih sayang wanita itu kepada anaknya?”

Mereka menjawab, “Ya.”

Lalu beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala lebih menyayangi kalian daripada kasih sayang wanita itu kepada anaknya.”

Mendengar sabda tersebut, kaum Muslimin pun meninggalkan tempat itu dengan hati penuh kegembiraan dan rasa syukur.

Wassalamualaykum wr wb

Satu senyum orang tua yang bahagia lebih berharga daripada seribu pujian manusia.

BERUSAHA JADI ORANG NORMAL

Minggu, 17 Mei 2026

QUOTES

 ‏لا تظن ان الكرم يغير الخبثاء،

فالثعابين تلدغ حتى من يطعمها...

Jangan dikira kebaikan dapat mengubah orang yang licik...

Karena ular pun akan tetap mematuk bahkan kepada orang yang memberinya makan..

Minggu, 26 April 2026

opening

 https://youtube.com/shorts/7ORn9SAciis?si=oY-SQAsebdo6yJO7 

https://www.instagram.com/reel/DYQkq62zWiZ/?igsh=b2RvdTBmZTdsbzVn

Jumat, 24 April 2026

Canda Rasulullah ﷺ Bersama Mantan Istri Rifa’ah

Kelembutan dalam berkata adalah bentuk tertinggi dari kebijaksanaan.

Assalamualaykum wr wb

Rasulullah ﷺ adalah tempat bertanya bagi umatnya dalam berbagai persoalan kehidupan, termasuk urusan rumah tangga yang paling pribadi sekalipun. Kelembutan dan keterbukaan beliau membuat para sahabat, baik laki-laki maupun perempuan, merasa nyaman menyampaikan masalah mereka.

Suatu hari, datang seorang perempuan—mantan istri Rifa’ah al-Quradhi—menghadap Rasulullah ﷺ untuk meminta penjelasan hukum. Ia mengadu bahwa dirinya telah ditalak tiga oleh suaminya, kemudian menikah lagi dengan laki-laki lain, namun merasa rumah tangga barunya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Saat itu, di dekat Rasulullah ﷺ terdapat beberapa sahabat, di antaranya Abu Bakar R.A. dan Sa'id bin al-Ash. Karena topik yang disampaikan bersifat pribadi, Sa’id merasa kurang nyaman dan memilih keluar. Ia bahkan sempat mengisyaratkan agar Abu Bakar juga turut menjaga perasaan perempuan tersebut.

Namun Rasulullah ﷺ tetap bersikap tenang dan bijak. Beliau tidak memperkeruh suasana, bahkan tersenyum dengan penuh kelembutan. Dengan bahasa yang halus dan kiasan yang santun, beliau menjelaskan bahwa seorang perempuan yang telah ditalak tiga tidak dapat kembali kepada suami pertama, kecuali setelah menjalani pernikahan yang sah dengan suami kedua secara sempurna.

Penjelasan Rasulullah ﷺ, meskipun disampaikan dengan ungkapan kiasan yang ringan, mengandung makna hukum yang jelas dan mendalam. Cara beliau berbicara menunjukkan kebijaksanaan: menyampaikan hal sensitif tanpa melukai, mengajarkan hukum tanpa mengeraskan suasana.

Kisah ini menggambarkan betapa Rasulullah ﷺ mampu memadukan kejelasan hukum dengan kelembutan sikap. Bahkan dalam persoalan yang sangat pribadi, beliau tetap menjaga kehormatan, perasaan, dan martabat orang yang bertanya.

Wassalamualaykum wr wb

Hati yang tenang akan melahirkan ucapan yang menenangkan.

BERUSAHA JADI ORANG NORMAL

Minggu, 12 April 2026

Canda Rasulullah ﷺ Bersama Juthamah al-Muzainah

Kesetiaan adalah cinta yang tetap hidup bahkan ketika waktu telah berlalu. 

Assalamualaykum wr wb

Khadijah binti Khuwailid r.a. adalah istri pertama Rasulullah ﷺ yang memiliki kedudukan sangat istimewa di hati beliau. Kecintaan Rasulullah ﷺ kepadanya begitu mendalam dan tidak tergantikan, bahkan setelah Khadijah wafat. Hal ini juga disaksikan oleh Aisyah r.a., yang mengetahui betapa seringnya Rasulullah ﷺ mengenang dan menyebut nama Khadijah.

Suatu ketika, karena rasa cemburu, Aisyah berkata bahwa Allah telah menggantikan Khadijah dengan yang lebih baik. Mendengar itu, Rasulullah ﷺ menegaskan dengan penuh emosi bahwa Khadijah adalah sosok yang sangat berjasa: ia beriman saat orang lain ingkar, membenarkan saat orang lain mendustakan, serta mendukung beliau dengan harta dan kasih sayangnya.

Meski Khadijah telah tiada, Rasulullah ﷺ tetap menjaga kenangan dan kesetiaan kepadanya. Beliau sering menunjukkan perhatian kepada sahabat dan kerabat Khadijah sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.

Suatu hari, datanglah seorang perempuan tua bernama Juthamah al-Muzainah, yang merupakan kenalan Khadijah. Rasulullah ﷺ menyambutnya dengan hangat dan penuh senyum. Dengan lembut beliau bertanya tentang keadaannya, lalu berbincang dengannya dalam suasana akrab, bahkan sesekali diselingi canda yang membuat tamunya tertawa.

Melihat sikap Rasulullah ﷺ yang begitu ramah kepada perempuan tua itu, salah seorang sahabat bertanya mengapa beliau memperlakukannya dengan istimewa. Rasulullah ﷺ pun menjawab,
“Perempuan ini dahulu sering datang kepada kami saat Khadijah masih hidup. Sesungguhnya, menjaga kesetiaan adalah bagian dari iman.”

Kisah ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah ﷺ dalam menjaga hubungan dan menghargai kenangan. Beliau tidak hanya setia dalam cinta, tetapi juga setia dalam persahabatan, bahkan kepada orang-orang yang terhubung dengan orang yang beliau cintai.

Wassalamualaykum wr wb

Cinta sejati tidak berakhir oleh waktu, ia justru semakin dalam oleh ingatan. 

BERUSAHA JADI ORANG NORMAL

Canda Rasulullah ﷺ Bersama Anas bin Malik

Kelembutan adalah kekuatan sunyi yang mampu menaklukkan hati tanpa paksaan.

Assalamualaykum wr wb

Anas bin Malik r.a. adalah salah satu sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah ﷺ. Sejak kecil, ia diserahkan oleh ibunya untuk membantu dan belajar langsung dalam lingkungan rumah tangga Rasulullah ﷺ. Karena kedekatan itu, Anas sering melayani berbagai keperluan beliau, layaknya seorang kepercayaan dalam keseharian.

Namun, hubungan di antara keduanya bukanlah hubungan kaku antara majikan dan pembantu. Rasulullah ﷺ memperlakukan Anas dengan penuh kasih sayang, bahkan seperti sahabat sendiri. Dalam keseharian, mereka sesekali saling bercanda, menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.

Anas r.a. sendiri pernah menceritakan pengalamannya:

Suatu hari, Rasulullah ﷺ memintanya melakukan suatu keperluan. Anas, yang saat itu masih muda, menjawab dengan nada bercanda,
“Demi Allah, aku tidak akan pergi.”
Namun dalam hatinya, ia sebenarnya berniat melaksanakan perintah tersebut.

Ia pun keluar rumah, tetapi di tengah jalan ia justru berhenti untuk melihat anak-anak yang sedang bermain di pasar. Tiba-tiba Rasulullah ﷺ datang dari belakang dan memegangnya dengan lembut. Ketika Anas menoleh, ia melihat Rasulullah ﷺ tersenyum.

Dengan penuh kelembutan, beliau bertanya,
“Wahai Anas, apakah engkau akan pergi melaksanakan tugas yang aku perintahkan?”

Anas pun segera menjawab,
“Ya, wahai Rasulullah, aku akan pergi sekarang.”

Anas kemudian menuturkan bahwa selama bertahun-tahun ia melayani Rasulullah ﷺ, beliau tidak pernah memarahinya, tidak pernah mencela pekerjaannya, bahkan tidak pernah berkata kasar kepadanya. Sikap beliau selalu penuh kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang.

Kisah ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah ﷺ dalam memperlakukan orang lain, bahkan kepada orang yang melayaninya. Beliau mengedepankan kelembutan dan pengertian, sehingga hubungan yang terjalin bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga penuh cinta dan kedekatan.

Wassalamualaykum wr wb

Orang yang lembut tidak hanya dihormati, tetapi juga dirindukan. 

BERUSAHA JADI ORANG NORMAL