Senin, 08 Maret 2021
Minggu, 20 Desember 2020
HASAN AL-BASHRI
1 HASAN AL-BASHRI
Hasan bin Abil Hasan
al-Bashri lahir di kota Madinah pada tahun 21H / 642. Ia adalah putera
dari seorang budak yang ditangkap di Maisan, kemudian menjadi klien dari
sekretaris Nabi Muhammad, Zaid bin Tsabit. Karena dibesarkan di Bashrah ia
bertemu dengan banyak sahabat Nabi, antara lain - seperti yang dikatakan
orang - dengan tujuh puluh sahabat yang turut dalam Perang Badar.Hasan tumbuh
menjadi seorang tokoh di antara tokoh yang paling terkemuka pada
zamannya. Dan ia termasyhur karena kesalehannya yang teguh, dan secara
blak-blakan menentukan sikap kelompok atas yang berfoya-foya. Sementara
teolog-teolog dari kalangan Mu'tazilah memandang Hasan sebagai pendiri gerakan
mereka (“Amr bin 'Ubaid dan Wasil bin Atha” yang menjadi muridnya),
didalam higografi sufi,
ia dimuliakan sebagai salah seorang di antara tokoh-tokoh suci yang terbesar
pada masa awal sejarah Islam. Hasan meninggal di kota Bashrah pada tahun
110H / 728 M. Banyak pidato-pidatonya - memang ia adalah seorang yang cemerlang
- dan ucap-ucapannya dikutip oleh penulis-penulis bangsa Arab dan tidak sedikit
di antara surat-suratnya yang masih dapat kita saksikan hingga sekarang .
HASAN DARI BASHRAH
BERTAUBAT
Pada mulanya Hasan dari
Bashrah adalah seorang pedagang batu permata, karena ia dijuluki Hasan si
pedagang mutiara. Hasan mempunyai hubungan dagang dengan Bizantium, karena
itu ia berkepentingan denga para Jenderal dan Menteri Kaisar, dalam sebuah
peristiwa ketika pengunjung ke Bizantium, kunjungi Perdana Menteri dan mereka
berbincang-bincang beberapa saat.
“Jika Anda suka, kita
akan pergi ke suatu tempat”, si menteri ajakan Hasan.
“Terserah kepadamu,”
jawab Hasan, “Ke mana pun aku menurut.” Si memerintahkan agar
disediakan seekor kuda untuk Hasan.
Si naik ke punggung
kudanya, Hasan pun melakukan hal yang serupa, setelah itu berangkatlah mereka
menuju pdang pasir.Sesampainya di tempat tujuan, Hasan melihat sebuah tenda
yang terbuat dari brokat Bizantium, diikat dengan tali sutra dan di pancang
dengan tiang emas di atas tanah. Hasan berdiri di jejauhan.
Tak berapa lama
kemudian muncul lah sepasukan tentara perkasa dengan perlengkapan perang yng
sempurna.Mereka lalu berkunjung tenda itu, ia meggumamkan beberapa patah kata
kemudian pergi. Setelah itu muncul para filosof dan cerdik pandai yang
hampir empat ratus orang kesalahan. Mereka acara tenda itu, menggumamkan
beberpa patah kata kemudian berlalu dari tempat itu.
Datang lagi tigaratus
orang-rang tua yang arif bijak sana dan berjanggut putih, mereka menghampiri
dan kabar tenda itu, lalu menggumamkan beberapa patah kata, kemudian berlalu,
Akhirnya datang pula lebih dari dua ratus perawan cantik masing-masing
mengusung nampan penuh dengan emas, perak dan batu permata, mereka memuji tenda
itu dan menggumamkan beberapa patah kata
kemudian pergi meniggalkannya. Hasan
mengissahkan betapa ia sangat heran menyaksikan kejadian-kejadian itu dan
bertanya kepada dirinya sendiri. Apakah artinya semuanya itu? “Ketika
kami meninggalkan tempat itu”, Hasan menceritakan kisahnya,
“Aku bertanya kepada si
perdana menteri, Si perdana menteri menjawab bahwa dahulu Kaisar mempunyai
seorang putera yang tampan, menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan dan tak
terkalahkan di dalam arena kegagah perkasaan. Kaisra
sangat sayang kepada
puteranya itu. Tanpa terduga-duga, pemuda jatuh sakit. Semua tabib
paling baik sekalipun tidak mampu menyembuhkan penyakitnya.
Akhirnya si pemuda
putera mahkota itu meninggal dan dikuburkan di bawah naungan tenda
tersebut. Setiap tahun orang-orang datang berziarah ke kuburannya ”.
Sepasukan tentara yang
mula-mula kabar tenda tersebut berkata: “Wahai putera mahkota, seandainya
malapetaka yang menimpa dirimu ini terjadi di medan pertempuran, kami semua
akan membuat jiwa raga kami untuk menyelamatkanmu.Tetapi malapetaka yang
menimmpamu ini datang dari Dia yang tak sanggup kami perangi dan tak dapat kami
tantang ”.Setelah berucap seperti itu mereka pun berlalu dari tempat itu.
Kemudian tiba giliran
giliran para filosof dan cerdik pandai. Mereka berkata: Malapetaka yag
menimpa dirimu ini datang dari Dia yang tidak dapat
kami lawan dengan ilmu
pengetahuan.Filsafat dan tipu muslihat. Karena semua filosofi di atas bumi
ini tidak berdaya menghadapi-Nya dan semua cerdik pandai
hanya orang-orang dungu
di hadapan-Nya.Jika tidak demikian halnya, kami telah berusaha dengan
mengajukan dalih-dalih yang tak dapat di pantah siapa pun
di alam semesta ini
:. Setelah berucap demikian para filosof dan cerdik pandapi
itu pun berlalu dari
tempat tersebut.
Selanjutnya orang-orang
tua yang mulia tampil seraya kata:
“Mahkota Wahai putera,
seandainya malapetaka yang menimpa dirimu ini dapat
dicegah oleh campur
tangan orang-orang tua, niscaya kami telah mencegahnya
dengan do'a do'a kami
yang rendah hati ini, dan pastilah kami tidak akan
meninggalkan engkau
seorang diri di tempat ini. Tetapi malapetaka yang
ditimpakan kepadamu
datang dari Dia yang sedikit pun tak dapat
dicegah oleh
campurtangan manusia-manusia yang lemah ”. Setelah kata-kata ini
mereka ucapkan
merekapun berlalu.
Kemudian dara-dara
cantik dengan nampan-nampan yang berisi emas dan
batu permata datang
menghampiri, datanglah tenda itu dan berkata: “Wahai
putera Kaisar,
seandainya malapetaka yang menimpa dirimu ini bisa ditebus
dengan kekayaan dan
kecantikan, niscaya kami merelekan diri dan harta kekayaan
kami yang Banyak ini
untuk menebusmmu dan tidak kami tinggalkan engkau di
tempat ini. Namun
mala petaka ini ditimpakan oleh Dia yang tak dapat
diandalkan oleh harta
kekayaan dan kecantikan. ” Setelah kata-kata ini
ucapkan, meninggalkan
tempat itu.
Terakhir sekali Kaisar
beserta perdana menteri tampil, masuk ke
dalam tenda dan
berkata: “Wahai biji mata dan pelita hati ayahanda! Wahai buah
hati
ayahanda! Apakah yang dapat dilakukan oleh ayahanda ini? Ayah
handa telah mendatangkan
sepasukan tentara yang perkasa, para filosof dan cerdik pandai,
para pawang dan
penasehat, dan dara-dara cantik yang jelita, harta benda dan
segala macam
barang-barang berharga.Dan ayahanda sendiri pun telah datang.
Jika semua ini ada
faedahnya, maka ayahanda pasti melakukan segala sesuatu yang
dapat ayahanda
lakukan. Tetapi malapetaka ini telah ditimpakan kepadamu oleh
Dia yang tidak dapat dilawan
oleh ayahanda beserta segala aparat, pasukan,
pengawall, harta benda
dan barang-barang berharga ini. Semoga
mendapat kesejahteraan,
selamat tinggal sampai tahun yang akan datang. ”
Kata-kata yang
diucapkan sang Kaisar kemudian ia berlalalu dari tempat itu.
Pengisahan si menteri
ini sangat menggugah hati Hasan. Ia tidak
dapat melawan
dia. Dengan segera ia bersiap-siap untuk kembali ke
negerinya. Sesampainya
di kota Bashrah ia bersumpah tidak akan tertawa lagi
di atas dunia ini
sebelum siaga dengan pasti bagaimana nasib
yang akan dihadapinya
nanti. Ia melakukan segalam macam kebaktian dan disiplin
diri yang tak dapat
ditandingi oleh siapa pun pada masa hidupnya.
HASAN DARI BASHRAH
DAN
ABU'AMR
Pada suatu hari, ketika
Abu 'Amr, seorang ahli tafsir
terkemuka sedang
mengajar Al-Quran, tak disangka-sangka datanglah seorang
pemuda tampan ikut
mendengarkan pembahasanya. Abu 'Amr terpesona memandang
pemuda dan secara
mendadak lupalah ia akan setiap kata dan huruf
dalam Al Quran. Ia
sangat menyesal dan gelisah karena perbuatannya itu. Dalam
keadaan seperti ini
pegilah ia mengunjungi Hasan dari Bashrah untuk mengadukan
kemasygulan hatinya
itu.
"Guru." Abu
'Amr berkata sambil menangis dengan sedih, “Begitulah
kejadiannya. Setiap
kata dan huruf Al-Quran telah hilang dari ingatanku. ”
Hasan begitu terharu
mendengar perasaan Abu 'Amr.
“Sekarang ini adalah
musim haji.” Hasan berbicara.
Pergilah ke Tanah Suci
dan tunaikan ibadah haji. Sesudah ituu pegilah ke Masjid
Khaif. Di sana
engkau akan bertemu denga seorang tua. Jangan engkau langsung
menegusnya
tetapi tunggulah sampai
keasyikannya tepat selesai. Setelah itu berulah
engkau mohonkan agar ia
mau berdoa untukmu. ”
Abu 'Amr menuruti
petuah Hasan. Di pojok ruangan masjid Khaif, Abu
'Amr melihat seorang
tua yang patutu dimuliakan dan beberapa orang yang duduk mengambil
dirinya. Beberapa
saat kemudian masuklah seorang lelaki yang
berpakaian putih
bersih. Orang-orang itu memberi jalan kepadanya. Mengucapkan
salam dan setelah itu
mereka pun berbincang-bincang dengan dia. Ketika waktu
shalat tiba, lelaki
tersebut minta diri untuk meninggalkan tempat itu.
Tidak berapa lama
kemudian yang lain-lain pun pergi ke ula, sehingga
tinggal di tempat itu
hanyalah si orang tua tadi.
Abu 'Amr menghampirinya
dan mengucapkan salam.
“Dengan Nama Allah,
tolonglah diriku ini,” Abu 'Amr berkata sambil
menangis. Kemudian
menerangkan dukacita yang menimpa dirinya. Si orang tua
sangat prihatin
mendengar penuturan Abu 'Amr tersebut, lalu menegah kepala
dan berdoa. “Belum
lagi ia merendahkan sebuah,” Abu 'Amr mengisahkan, “Semua
kata dan huruf Al Quran
telah dapat ku ingat kembali. Aku bersujud di lapangan
karena begitu
syukurnya. ”
Siapa yang telah
menyuruhmu untuk menghadap ke ku? ” Kata orang
tua itu bertanya kepada
Abu 'Amr.
“Hasan dari Bashrah,”
Jawab Abu 'Amar.
“Jika seseorang telah
mempunyai imam seperti Hasan.” Lelaki tua
berkomentar, 'mengapa
ia memerlukan imam yang lain? Tapi baiklah,
Hasan telah menunjukan
siapa diriku ini dan kini akan ku tunjukan siapakah dia
sebenarnya. Ia
telah membuka selubung diriku dan kini ku buka pula selubung
dirinya, ”Kemudian
orang tua itu”, “Lelaki yang berjubah putih tadi,
yang datang ke sini
setelh waktu shalat 'Ashar, dan yang terlebih dahulu
meninggalkan tempat ini
serta dihormati orang-orang lain tadi, ia adalah Hasan.
Setiap hari setelah
melakukan Shalat 'Ashar di Bashrah ia berkunjung ke
sini,
berbincang-bincang bersamaku, dan kembali lagi ke Bashrah untuk shalat
Maghrib di
sana. Jika seseorang telah mempunyai imam seperti Hasan, mengapa ia
masih merasa perlu
memohonkan doa dari diriku ini? ”
HASAN DARI BASHRAH
DAN
PENYEMBAH API
Hasan mempunyai
tetangga yang bernama Simeon, seorang penyembah
api. Suatu hari
Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba. Sahabat-sahabat
meminta -minta Hasan
sudi mengunjunginya ,. Akhirnya Hasan pun pergi mendapatkan
Simeon yang terbaring
di atas tempat tidur dan badannya telah kelam karena api
dan asap.
“Takutlah kepada
Allah,” Hasan menaseharkan, “Engkau telah menyia-nyiakan seluruh usiamu di
tengah-tengah api dan asap.”
“Ada tiga hal yang
telah mencegahku untuk menjadi seorang Muslim,” jawab Simeon penyembah
api. “Yang pertama adalah kenyataan bahwa walaupun
kalian menghimpun
keduniawian, tapi siang dan malam kalian mengejar harta kekayaan. Yang
kedua, kalian mengatakan bahwa
seseorang harus siap,
namun kalina tidak siap-siap untuk menghadapinya. Yang
ketiga, kalian
mengatakan bahwa wajah Allah akan terlihat, namun hingga saat ini kalian
melakukan segala sesuatu yang tidak di ridhai-Nya. ”
Inilah ucapan dari
sungguh-sungguh-sungguh-sungguh, ”jawab Hasan. “Jika orang-orang
Muslimberbuat seperti yang engkau
katakan, apa pulakah
yang semoga engkau katakan? Mereka mmengakui keesaan Allah
sedang engaku menyembah
api selama tujuh puluh tahun, dan aku tak pernah
kebersamaan seperti
itu. Jika kita sama-sama terseret ke dalam
neraka, neraka neraka
akan melakukan dirimu dan diriku, tetapi jika Allah, api tidak akan
berani menghanguskan
rambut pun pada tubuhku. Hal ini adalah karena api
diciptakan Allah dan
segala ciptaan-Nya tunduk kepada perintah-Nya. Walau pun
engkau menyembah api
selama tujuh puluh tahun, marilah kita bersama-sama
menaruh tangan kita ke
dalam api agar engkau dapat menyaksikan sendiri betapa
api itu sesunggunya tak
berdaya betapa Allah itu Maha Kuasa. ”
Setelah berrkata
demikian Hasan memasukan satukan ke dalam api.
Namun sedikitpun ia tidak
cedera atau terbakar. Menyaksikan hal ini Simeon
terheran-heran. Fajar
pengetahuan terlihat olehnya.
“Selama tujuh puluh
tahun aku telah menyembah api,” keluhan
Simeon, “kini hanya
dengan satu atau dua helaan nafas ssaja yang tersisa,
apakah yang harus ku
lakukan?”
“Jadilah seorang
Muslim,” jawab Hasan.
“Jika engkau memberiku
sebuah jaminan tertulis bahwa Allah tidak
akan menghukum diriku,”
kata Simeon, “Barulah aku menjadi Muslim. Tanpa jaminan
itu aku tidak
mempelajari agama Islam. ”
Hasan segera membuat
surat jaminan.
“Kini susullah
orang-orang yang jujur di kota Bashrah untuk
memberikan kesaksian
mereka di atas surat jaminan tersebut. Simeon mencucurkan
air mata dan menyatakan
dirinya sebagai seorang Muslim. Kepada Hasan ia
sampaikan wasiatnya
yang terakhir, “Setelah aku mati, mandikanlah aku dengan
tanganmu sendiri,
kuburkanlah aku dan selipkan surat jaminan ini di tanganku.
Surat ini akan menjadi
bukti bahwa aku adalah seorang Muslim. ”
Setelah berwasiat
demikian ia mengucap dua kalimah syahadat dan
menghembuskan nafasnya
yang terakhir.Mereka memandikan mayat Simeon,
mendhalatkannya dan
menguburkannya dengan sebuah surat jaminan di.
Malam harinya Hasan
pergi tidur sambil merenungi apa yang telah berlalu
. “Bagaimana aku
dapat menolong seseorang yang sedang tenggelam sedang aku
sendiri dalam keadaan
yang serupa. Aku sendiri tidak dapat menentukan nasibku,
tetapi mengapa aku
berani mematikan apa yang akan dilakukan oleh Allah? ”
Dengan pikiran-pikiran
seperti ini Hasan terlena. Ia bermimpi
bertemu dengan Simeon,
wajah Simeon cerah dan bercahaya seperti sebuah pelita;
di kepalanya terlihat
sebuah mahkota. Ia melakukan sebuah jubah yang indah dan
sedang berjalan-jalan
di taman surga.
Bagaimana keadaanmu
Simeon? tanya Hasan datang.
"Mengapakah engkau
bertanya padahal engkau menyaksikan sendiri?"
jawab
Simeon. “Allah Yang Maha Besar dengan segala kemurahan-Nya telah
menghidupi diriku
kepada-Nya dan telah menutupi wajah-Nya kepadaku.
Karunia yag
dilimpahkan-Nya kepdaku melebihi segala kata-kata. Engkau telah
memberiku sebuah surat
jaminan, terimalah kembali surat jaminan ini karena aku
tidak membutuhkannya
lagi. ”
Ketika Hasan terbangun,
ia mendapatkan surat jaminan itu telah berada di bawah kendali. “Ya
Allah,” Hasan berseru, “aku menyadari bahwa segala
sesuatu yng Engkau
lakukan adalah tanpa sebab karena kemurahan-Mu sendiri-
sendiri. Siapa
yang akan tersesat di pintu-Mu? Engkau telah memberikan seseorang yang
telah menyembah api tujuh puluh tahun, untuk menghampiri-Mu,
sendiri-mata karena
sebuah ucapan.Betapakah Engkau akan menolak seseorang yang
telah beriman selama
tujuh puluh tahun? ”
Sumber: Kisah ini diambil
dari Kitab “Tadzkiratul Auliya”, “Warisan Para Auliya (terjemah)” Karya
Fariduddin Attar.
----- والله اعلم بالصوب
-------
Sabtu, 21 November 2020
KISAH TAUBATNYA FUDHAIL BIN IYADH
Pada saat yang bersamaan ketika dia telah berada di
rumah itu, tiba-tiba dia mendengar suara lantunan Al Qur’an sedang dibacakan.
Rupanya suara itu berasal dari sang pemilik rumah yang sedang berdiri
bermunajat kepada Robb-nya.
Sang pencuri pun hanyut dengan lantunan ayat-ayat
Allah yang sedang dilantunkan, hingga ketika sampai pada ayat,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ
لِذِكْرِ اللهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ
مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ
فَاسِقُونَ (16)
“Belum
tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka
mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan
janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-kitab
kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka
menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Hadid: 16)
Tidak terasa air matanya tiba-tiba berlinang, seakan
Allah mengingatkan dirinya secara langsung melalui ayat yang ia dengarkan tadi,
hingga akhirnya dia pun tersungkur jatuh.
Seketika badannya yang selama ini kokoh, menjadi
rapuh karena mendengar ayat tadi.
Dia pun berkata dalam hatinya untuk menjawab
pertanyaan Allah yang terdapat dalam ayat di atas,
“Wahai
Rabb-ku, saat ini telah tiba saatnya”.
Akhirnya, ia pergi menjauh, lalu ia bermalam pada
reruntuhan bangunan. Ternyata di samping bangunan itu ada orang-orang yang mau
lewat.
Sebagian diantara orang-orang itu berkata, “Ayo kita berangkat”.
Sebagian lagi bilang, “Jangan dulu!! Habis shubuh saja kita berangkat, karena Fudhoil
sekarang akan menghadang kita di jalan!!!”.
Mendengar perbincangan itu Fudhoil akhirnya berpikir
dan berkata dalam hatinya,
“Ya Allah... Selama ini Aku berbuat maksiat di malam
hari, sementara itu kaum muslimin di tempat ini takut kepadaku. Aku memandang
Allah tak akan menggiringku kepada mereka, kecuali pasti mereka akan gemetar
(karena takut kepadaku).
“Ya
Allah, sungguh saat ini aku bertobat kepada-Mu dan aku jadikan tobatku berupa
hidup di Baitullah”.
Setelah kejadian itu, dia pun melalui hari-harinya
dengan ketaatan kepada Allah sampai ia dikenal dengan abidul haromain (عَابِدُ الْحَرَمَيْنِ),
artinya “ahli ibadah pada dua tanah suci (Makkah dan Madinah)”
Maha suci Allah yang telah membolak-balikkan hati,
dan menganugerahkan kepada hamba-Nya hati yang lembut.
Itulah kisah seorang penyamun (perampok) jahat
berubah menjadi seorang ulama’ dan hamba yang sholeh,
Al-Imam Al-Fudhoil bin Iyadh sebagaimana yang
disebutkan oleh Al-Hafizh Adz-Dzahabiy dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’
(8/423)
Kisah ini amat ajaib, dimana Allah mengubah hati
sekeras batu menjadi hati selembut air.
Dia bertobat dengan sejujurnya di hadapan Allah
sampai Allah mewariskan kepadanya hati amat lembut dan mudah mengingat Allah.
------
Dari Ummu Salamah RA ia berkata bahwa do'a yang
kerapkali dibacakan oleh baginda Rasulullah Saw ialah doa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Yaa
muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik
Artinya “Wahai
Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR.
Tirmidzi, Ahmad, Hakim)
Kandungan Do'a
Kandungan Ya Muqollibal Qulub
ini terdapat sejumlah makna antara lain :
Hati
Menjadi Tenang
Semua insan pasti menginginkan agar selalu diberikan
Ketenangan hati sebab hal itu merupakan hal yang sangat didambakan oleh semua
orang.
Sehingga dengan hati yang tenang, maka akan membuat
seorang bisa menjalan segala rutinitasnya dengan optimal dan baik.
Selain itu tentu saja hatinya akan jauh dari suatu
perasaan gelisah atau gundah gulana sebab memperoleh penjagaan dari Allah Swt.
Iman
Semakin Kuat
Inti sari dari do'a yang telah dijelaskan di atas
merupakan suatu bentuk permohonan seorang hamba kepada Tuhannya supaya selalu
tetap istiqomah di dalam iman.
Karena iman yang dimiliki oleh seorang muslim sangat
mudah berubah.
Bisa saja hari ini hidupnya seolah dikelilingi oleh
cahaya iman, namun bisa saja keesokannya cahaya iman tersebut kembali memudar.
yang diakibatkan karena banyaknya godaan yang datang dengan bertubi-tubi.
Semoga bermanfaat
Kamis, 19 November 2020
INGIN BANGUN MALAM TAPI SUSAH...
بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ ۞ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ ۞ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ ۞
قال الله تبارك وتعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ
رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
۞ (الكهف: ١١٠)
“...maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan
Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia
mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّهُ
قَالَ لَهُ رَجُلٌ : إِنِّي أُضْمِرُ أَنْ أَقُومَ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ فَيَغْلِبُنِي
النَّوْمُ ۞
Dari Ibn Abbas radhiyallahu anhu sesungguhnya ada
seorang laki-laki berkata kepadanya :
“..Saya
punya keinginan bangun di sebagian malam, tetapi rasa kantuk benar-benar tidak
tertahan.”
فَقَالَ: إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَقُومَ أَيَّ سَاعَةٍ شِئْتَ
مِنَ اللَّيْلِ فَاقْرَأْ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ: "قُلْ لَوْ كانَ الْبَحْرُ
مِداداً لِكَلِماتِ رَبِّي ... إِلَى آخِرِ السُّورَةِ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُوقِظُكَ
مَتَى شِئْتَ مِنَ اللَّيْلِ ۞
Maka beliau menjawab
“Apabila kamu ingin bangun pada jam tertentu di
malam hari maka bacalah ayat berikut :
قُلْ لَوْ كانَ الْبَحْرُ مِداداً لِكَلِماتِ رَبِّي لَنَفِدَ
الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِماتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنا بِمِثْلِهِ مَدَداً
۞ قُلۡ إِنَّمَاۤ أَنَا۠ بَشَرࣱ مِّثۡلُكُمۡ یُوحَىٰۤ إِلَیَّ أَنَّمَاۤ إِلَـٰهُكُمۡ
إِلَـٰهࣱ وَ ٰحِد ۞ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا
وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا ۞ (الكهف: ١١٠)
[Akhir Surat Al-Kahfi 109 - 110]
“Maka Allah akan membangunkanmu pada jam yang kamu kehendaki.”
Minggu, 15 November 2020
KISAH KERINDUAN SEORANG IBU KEPADA PUTRINYA DI ALAM KUBUR
“Wahai Imam Hasan, tolong berikan aku sebuah amalan
agar aku bisa melihat keadaan putri ku di alam kubur sana,” pintanya. “Apakah
kamu benar-benar menginginkannnya?” jawab Imam Hasan memastikan. “Benar,” ucap
ibu tersebut dengan penuh keyakinan.
“Lakukanlah shalat 4 rakaat setelah shalat Isya.
Pada setiap rakaat, selesai membaca Fatihah, bacalah surat At-Takatsur. Setelah
itu, menghadaplah ke arah barat laut dan bershalawatlah kepada Nabi Muhammad
SAW hingga tertidur” kata Imam Hasan
Ibu itu pun segera melaksanakan apa yang telah
diberikan Imam Hasan. Dalam mimpinya ibu tersebut sungguh bertemu dengan
putrinya, keadaan putrinya sedang dalam keadaan disiksa. Tidak tega melihat
kejadian itu, ibu itu pun terbangun dari mimpinya.
Keesokan harinya, sang ibu itu datang lagi kepada
Imam Hasan dan menjelaskan apa yang menjadi hajatnya. “Wahai Imam Hasan,
kemarin saya sudah melaksanakan amalan yang engkau berikan. Dan saya
benar-benar bertemu dengan putri saya dalam keadaan sedang disiksa. Tolong
berikan saya amalan lagi agar putri saya terbebas dari siksanya.”
Lalu Imam Hasan menyuruh ibu tersebut untuk
bersedekah yang pahalanya itu di tujukan untuk sang putri. Selang beberapa hari
setelah sowannya ibu tersebut, Imam Hasan bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpi
itu, Imam Hasan bertemu dengan seorang putri yang berada di sebuah singgasana
yang megah dan di atas kepalanya terdapat mahkota yang berkilau.
“Apakah engkau mengenalku wahai Imam Hasan?” tanya
putri itu dalam mimpi Imam Hasan, “Tidak. Lalu siapakah engkau?” tanya Imam
Hasan. “Aku adalah putri dari seorang ibu yang datang kepadamu,” jawabnya.
“Tapi, apa yang diceritakan ibumu itu berbeda dengan yang sekarang aku lihat.
Bagaimana
itu bisa terjadi?” tanya Imam Hasan penasaran.
“Sesuai amalan yang engkau berikan kepada ibu saya,
bersedekah yang pahalanya itu ditujukan kepadaku, dan amalan itulah yang
membuatku terbebas dari siksa kubur. Tepat pada hari itu juga, ada seseorang
yang bershalawat sebanyak 3 kali yang pahalanya itu ditujukan kepada ahli
kubur, dan amalan itulah yang membuatku mulia seperti yang engkau lihat.”
Cerita putri itu kepada Imam Hasan.
Lalu, Imam hasan-pun menceritakan mimpinya kepada
ibu tersebut. Mendengar cerita Imam Hasan, ibu tersebut pun merasa lega dengan
keadaan putrinya dialam kubur sana.
Wallohu A'lamu
Sumber :
Kitab Is’ad Arrofiq syarah dari Kitab Sulam
At-Taufiq hal 29
Senin, 02 November 2020
MENGENAL SOSOK DIRI RASULULLAH ﷺ
Mengenal sosok nabi Muhammad ﷺ bukan hanya mengagumkan, lebih dari itu orang yang hafal 10 keistimewaan pada diri Nabi Muhammad SAW dia akan diberikan aman dan terhindar dari keburukan (yang mungkin timbul dari) api, pencuri, dan bencana.
Demikian yang dijelaskan dalam kitab Maraqi Al
Ubudiyyah karya Syeikh Nawawi Al Bantani :
لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهٰ مُطْـلَقًا أَبَـدًا ۞
۞ وَمَا تَثَائَبَ أَصْلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِ
1. Thaha (Rasulullah ﷺ) tidak pernah ber-ihtilam
(mimpi basah) baik sebelum jadi nabi ataupun sesudahnya.
2. Sepanjang masa Rasulullah ﷺ sama sekali tidak
pernah menguap.
مِنْهُ الدَّوَابُّ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَا وَقَعَتْ ۞
۞ ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِى جِسْـمِهِ الْحَسَنِ
3. Tidak ada satupun binatang yang melarikan diri
dari beliau (tidak takut).
4. Tidak pernah ada lalat yang hinggap di tubuh
beliau yang mulia
بِخَلْفِــهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـبَتَتْ ۞
۞ وَلَا يُرٰى أَثْرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِيْ عَلَنِ
5. Rasulullah ﷺ bisa melihat sesuatu yang ada di
belakangnya, sebagaimana beliau melihat sesuatu itu yang ada di hadapannya.
6. Bekas air kencing Rasulullah ﷺ tidak bisa dilihat
di permukaan bumi
وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَـيْنُ قَدْ نَعَسَتْ ۞
۞ وَلَا يَرٰى ظِلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَطِنِ
7. Hati beliau tidak pernah tidur, walaupun matanya
mengantuk.
8. Bayangan beliau dibawah sinar matahari tidak
dapat dilihat oleh oleh orang cerdas
كَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَـا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا ۞
۞ عِنْدَ الْوِلَادَةِ صِفْ يَاذَا بِمُخْتَتَنِ
9. Pundak beliau selalu terlihat lebih tinggi dari
pundak orang lain ketika duduk bersama beliau
10. Rasulullah ﷺ lahir sudah dalam keadaan telah di
khitan
هٰذِالْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَــاتَكُنْ أٰمِنًا ۞
۞ مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِ
Ini semua merupakan keistimewaan beliau, hendaknya
engkau hapalkan bait tersebut, niscaya engkau mendapat perlindungan dari bahaya
kebakaran, pencurian dan musibah.
Semoga bermanfaat…
Jangan lupa bershalawat...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي
الْأَرْوَاحِ ۞ وَعَلَى جَسَدِهِ فِي الْأَجْسَادِ ۞ وَعَلَى قَبْرِهِ فِي القُبُورِ
۞ وَعَلَى آلِهِِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ۞
Semoga bermanfaat













