Assalamualaykum wr wb
Suatu hari, Akbar ingin menguji kecerdikan para pembantunya. Ia memberikan sebuah kantong berisi 300 koin emas, lalu berkata:
“Siapa yang mampu membelanjakan koin ini dengan tiga cara:
-
Sepertiga dibelanjakan dan langsung mendapat balasan di dunia, bahkan lebih banyak.
-
Sepertiga dibelanjakan dan balasannya didapat di akhirat.
-
Sepertiga lagi dibelanjakan, tetapi balasannya tidak jelas—apakah di dunia atau di akhirat.”
Semua orang terdiam. Mereka bingung memikirkan maksudnya. Hingga akhirnya, Birbal maju dan berkata, “Hamba sanggup, Baginda.”
Pertama, Birbal menggunakan 100 koin emas untuk menghadiri pesta pernikahan seorang saudagar kaya. Ia memberikan koin itu sebagai hadiah atas nama Sultan Akbar. Saudagar itu sangat bahagia karena merasa dihormati oleh rajanya. Sebagai balasan, ia memberi hadiah kepada Birbal dengan jumlah yang jauh lebih banyak.
Inilah bagian yang dibelanjakan dan langsung mendapat balasan di dunia, bahkan lebih.
Kedua, Birbal menggunakan 100 koin emas untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan orang terlantar. Ia tidak menerima balasan apa pun di dunia.
Namun, ia yakin balasannya akan Allah berikan di akhirat.
Ketiga, Birbal menggunakan 100 koin emas terakhir untuk menonton pertunjukan musik dan hiburan bagi dirinya sendiri. Ia merasakan kesenangan, tetapi tidak ada keuntungan nyata yang tersisa setelahnya.
Balasannya tidak jelas—hanya kesenangan sementara yang segera berlalu.
Memberi dengan mengharap balasan dunia, biasanya akan mendapat balasan dunia.
-
Memberi dengan ikhlas, balasannya Allah simpan sebagai pahala yang kekal.
-
Membelanjakan untuk kesenangan diri semata, sering kali hanya memberi kebahagiaan sesaat, tanpa bekas yang abadi.
Harta yang kau beri dengan harapan, kembali sebagai balasan; harta yang kau beri dengan keikhlasan, kembali sebagai keabadian.
Wassalamualaykum wr wb
BERUSAHA JADI ORANG NORMAL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar