Assalamualaykum wr wb
Suatu ketika, Akbar bermimpi semua giginya copot, kecuali satu. Ia terbangun dengan gelisah. Mimpi itu terasa aneh dan membuat hatinya tidak tenang. Ia pun memanggil para ahli tafsir mimpi di istana dan meminta penjelasan.
Para ahli itu berkata, “Wahai Baginda, mimpi itu berarti semua keluarga Baginda akan meninggal lebih dulu, dan Baginda akan hidup seorang diri.”
Mendengar itu, Akbar tidak senang. Tafsir itu memang mungkin benar, tetapi terasa kasar dan menyakitkan. Lalu ia memanggil sahabatnya yang terkenal bijak, Birbal.
Birbal berkata dengan tenang, “Baginda, mimpi itu adalah kabar baik. Artinya, Baginda akan diberi umur paling panjang dibandingkan keluarga Baginda.”
Maknanya sama, tetapi cara menyampaikannya berbeda. Yang satu terdengar menakutkan, yang lain terasa menenangkan.
Dari kisah ini, kita belajar tentang retorika: kebenaran memang harus disampaikan, tetapi cara menyampaikannya harus tepat. Kata-kata yang sama bisa melukai atau menguatkan, tergantung bagaimana kita mengemasnya. Karena itu, dalam hidup, bukan hanya apa yang kita katakan yang penting, tetapi juga bagaimana kita mengatakannya.
Hati manusia lebih mudah dibuka oleh kata yang menenangkan daripada kata yang memenangkan.
Wassalamualaykum wr wb
BERUSAHA JADI ORANG NORMAL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar