Selasa, 31 Maret 2026

Canda Rasulullah ﷺ Bersama Abdullah


 Belajarlah tersenyum saat diuji, karena tidak semua hal layak dibalas dengan emosi.

Assalamualaykum wr wb

Majelis Rasulullah ﷺ dikenal sebagai tempat yang penuh kehangatan. Di sana terdapat nasihat, ilmu, dan juga senda gurau yang menyegarkan suasana. Candaan yang terjadi bukanlah gurauan yang sia-sia, melainkan canda yang tetap mengandung nilai kebaikan dan mempererat persaudaraan.

Salah seorang sahabat yang dikenal suka bercanda adalah Abdullah, yang di kalangan sahabat dijuluki “Si Keledai”. Julukan itu diberikan karena sifatnya yang terkadang polos, nekat, dan mengundang senyum orang-orang di sekitarnya.

Suatu hari, Abdullah mengirimkan hadiah kepada Rasulullah ﷺ berupa madu dan minyak. Rasulullah ﷺ merasa heran, karena Abdullah bukanlah orang yang memiliki banyak harta. Tidak lama kemudian, Abdullah datang kembali bersama seseorang yang menagih pembayaran madu dan minyak tersebut.

Abdullah berkata,
“Wahai Rasulullah, orang ini datang untuk menagih pembayaran madu dan minyak yang aku berikan kepadamu.”

Rasulullah ﷺ bertanya dengan lembut,
“Bukankah itu hadiah darimu, wahai Abdullah?”

Abdullah menjawab dengan jujur,
“Wahai Rasulullah, aku sangat ingin memberikan hadiah kepadamu, tetapi aku tidak memiliki uang. Maka aku berutang madu dan minyak dari orang ini, lalu aku berikan kepadamu sebagai hadiah. Sekarang orang ini datang menagih pembayarannya, maka aku membawanya kepadamu.”

Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ tidak marah sedikit pun. Beliau justru tersenyum melihat tingkah laku Abdullah yang polos namun penuh kecintaan. Rasulullah ﷺ kemudian meminta salah seorang sahabat untuk membayar utang tersebut, karena saat itu beliau sendiri tidak memiliki uang.

Peristiwa ini menunjukkan betapa lembut dan mulianya akhlak Rasulullah ﷺ. Beliau tidak mudah tersinggung, bahkan mampu membalas keusilan dengan senyuman. Candaan yang terjadi di antara Rasulullah ﷺ dan para sahabat menjadi bukti eratnya persaudaraan serta indahnya akhlak yang dipenuhi kasih sayang.

Wassalamualaykum wr wb

Jangan biarkan amarah menguasai, karena jiwa yang jernih selalu menemukan alasan untuk memahami.

BERUSAHA JADI ORANG NORMAL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar