Senin, 30 Maret 2026

Canda Rasulullah ﷺ Bersama adh-Dhahhak bin Sufyan


Kepercayaan diri adalah bahasa indah yang dimengerti semua hati. 

Assalamualaykum wr wb

Ketika membicarakan orang Arab, sering kali terbayang sosok dengan wajah oval, hidung mancung, dan penampilan yang menawan. Banyak riwayat memang menyebutkan bahwa sejumlah sahabat Nabi dikenal memiliki paras rupawan sekaligus akhlak yang mulia. Di antara mereka adalah Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak hanya terkenal karena ketampanan, tetapi juga karena keagungan akhlak dan ketakwaannya.

Namun, tidak semua orang Arab memiliki kesempurnaan fisik. Allah memberikan kelebihan dan kekurangan kepada siapa pun sesuai kehendak-Nya. Hal ini juga terlihat pada salah seorang sahabat Nabi, yaitu adh-Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi. Ia dikenal memiliki rupa yang kurang menarik dibandingkan sebagian orang Arab pada umumnya. Meski demikian, Rasulullah ﷺ tidak pernah memandang rendah dirinya. Justru adh-Dhahhak memiliki kelebihan lain yang sangat berharga, yaitu kepercayaan diri yang tinggi serta kewibawaan di tengah kaumnya.

Setelah memeluk Islam, adh-Dhahhak menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan ajaran agama dan dikenal memiliki budi pekerti yang baik. Suatu hari, Rasulullah ﷺ memanggilnya untuk datang ke rumah beliau. Rasulullah hendak membaiat adh-Dhahhak sebagai pemimpin bagi kaumnya.

Adh-Dhahhak pun datang memenuhi panggilan tersebut. Setelah baiat selesai, ia melihat Aisyah r.a. yang berada di samping Rasulullah ﷺ. Aisyah dikenal dengan panggilan kesayangan dari Rasulullah, yaitu Al-Humairah, yang berarti perempuan yang pipinya kemerah-merahan.

Dengan nada bercanda, adh-Dhahhak berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki dua wanita yang lebih cantik daripada Al-Humairah ini. Bagaimana jika aku pinangkan salah satu dari mereka untuk engkau nikahi?"

Aisyah yang mendengar ucapan tersebut tidak dapat menahan rasa cemburunya. Ia pun menimpali dengan nada setengah bercanda,
"Siapa yang lebih cantik, mereka atau dirimu, wahai adh-Dhahhak?"

Adh-Dhahhak yang dikenal berwajah kurang rupawan itu menjawab dengan jenaka,
"Aku lebih cantik dan lebih mulia daripada mereka."

Mendengar jawaban yang lucu dan penuh percaya diri itu, Rasulullah ﷺ tersenyum dan tertawa ringan. Aisyah pun ikut tersenyum, sementara adh-Dhahhak tertawa terpingkal-pingkal menyadari kelucuan ucapannya sendiri.

Kisah ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki kepribadian yang hangat dan penuh humor. Beliau menghargai setiap sahabat tanpa memandang penampilan fisik, serta menciptakan suasana yang akrab dan penuh kasih sayang di tengah kebersamaan mereka.

Wassalamualaykum wr wb

Keindahan sejati tidak terlihat oleh mata, tetapi terasa dari akhlak dan ketulusan jiwa.

JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar