Rabu, 08 April 2020

FORMULA UNTUK BAHAGIA

Orang hidup itu butuh apa lagi untuk bahagia?

Bagi orang yang badannya sehat, tidak punya hutang, dan pikirannya sehat. Bisa mentargetkan tiga hal ini saja kamu sudah bahagia. Badan sehat, pikiran tenang dan tidak punya hutang itu sudah makmur, kebahagiaan ada disitu. Hal yang membuat kamu tidak bisa tidur karena tidak sehat secara fisik atau tidak sehat secara psikis (stress) dan punya hutang. Pokoknya kamu tidak bisa tidur kalau ada tiga hal ini. Badanmu sakit, akalmu sakit atau punya hutang. Banyak yang merumuskan kebahagiaan secara rumit, padahal Bahagia itu badan sehat, akal sehat dan tidak punya hutang. Itulah puncaknya kebahagiaan. Buat dirimu jadi seorang yang berkualitas, kuncinya nanti disitu sebenarnya.

Tragedi yang sebenarnya terjadi pada orang miskin, orang yang mengenaskan hidupnya adalah bukan kemiskinan harta sebenarnya. Melainkan kemiskinan aspirasi artinya tidak kreatif, tidak punya ide, tidak punya gagasan. Apabila tidak sejahtera seharusnya terus berjuang dan jangan pasrah. Kemiskinan aspirasi menyebabkan kamu tidak mau bergerak,tidak mau kreatif tidak bisa punya ide gagasan yang baru untuk keluar dari situasimu yang mengenaskan itu. Terkadang memang dalam hidup, kita terjebak dalam kemiskinan, banyak kesulitan dalam hidup, sebenarnya bukan itu masalahnya, jika kamu mau bangkit, kreatif, dan punya gagasan untuk keluar dari masalahmu atau tidak. Kalau tidak ya justru itulah masalahnya.

Hal pertama yang harus kamu tahu dan kamu kenali adalah dirimu sendiri. Ini juga merupakan cara membentuk manusia berkualitas. Ini sebenarnya juga merupakan sebuah cara untuk introspeksi diri. Kamu harus kenali dirimu sendiri dan tidak perlu memikirkan orang lain terlebih dahulu. Mengapa?  karena kalau engkau kenal dirimu, kamu bisa mengambil jarak sebentar dari dirimu untuk mengamati dirimu. Kamu ini sudah cocok apa belum? Sudah berkualitas apa belum? Kamu sudah sesuai dengan yang kamu inginkan apa belum? Kalau kamu tidak kenal dirimu, maka kamu tidak bisa mengerti bahwa kamu bisa lebih baik apa tidak? bisa meningkat apa tidak? bisa lebih sukses apa tidak? dikarenakan kamu tidak mengerti, kamu sedang ada dimana dan dalam situasi apa?

Maka hal pertama yang harus kamu lakukan untuk menjadi manusia yang bahagia serta berkualitas adalah kenalilah dirimu sendiri.

Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com

Senin, 06 April 2020

BERMANDIKAN FITNAH

Kita membutuhkan lima sikap dalam mengatasi fitnah.

1.           Kita harus yakin bahwa fitnah tidak akan hadir untuk kita jika tidak diijinkan. Kalaupun diijinkan kejatuhan buah durian sudah dari dulu kita kejatuhan lalu sakit, akan tetapi itu tidak terjadi. Mungkin saja dalam hidup kita ada orang yang ingin berbuat buruk kepada kita kemudian dibuat kecelakaan, mungkin saja ada orang yang sudah bersiap-siap berangkat untuk memfitnah kita namun sebelum berangkat tahu-tahu orang tersebut sakit. Sebenarnya itu adalah bentuk pertolongan bagi dia supaya tidak jadi memfitnah dan pertolongan bagi kita supaya tidak difitnah.

2.           Kita harus mensyukuri bahwa kepatuhan kita kepada yang benar adalah perlindungan. Karena sesungguhnya kebaikanmu adalah untukmu dan keburukanmu untukmu. Jadi orang yang tidak ingin memperoleh keburukan dalam bentuk fitnah harus menjadi orang baik. Artinya kebaikan adalah perlindungan. Berarti ilmu kebatinan yang paling kuat adalah kebaikan.

3.           Fitnah mampu memisahkan sahabat yang jujur dari mereka yang palsu dan pendengki. Berteman itu harus memilih, karena kalau tidak kita bisa semobil dengan orang yang mabuk dan menabrak orang lain lalu kecelakaan. Jikalau berteman saja kita harus memilih, apalagi bersahabat ataupun menikah. Jadi sahabat yang jujur akan dipisahkan dari yang palsu saat fitnah datang. Waktu fitnah datang, Janganlah kita fokus pada yang memfitnah, perhatikanlah sahabat kita. Mereka akan terlihat nanti yang palsu ataupun yang menusuk dari belakang. Jika kita tahu sahabat yang palsu maka buanglah!.  Kita tidak harus bersahabat dengan seluruh dunia. Satu sahabat yang baik saja sudah cukup, apalagi kalau kita menumbuhkannya menjadi lebih banyak lagi.

4.           Melebihkan kebaikan kepada jumlah jiwa yang lebih besar daripada yang mampu mereka hasud. kalau satu orang menghasud  5 orang kita berbuat baik ke 500 orang itu caranya, Nah karena kita tidak mampu balapan dengan penghasud.  penghasud itu lebih rajin daripada kekasih loh. Pembenci itu memperhatikan kita lebih daripada kekasih loh. Kekasih masih bisa pergi belanja sama temannya, pembenci selalu memantau kita. Karena kita tidak mungkin menyamai kegiatan kegetolan, kekepoan para pembenci, ada suatu rumus supaya dengan upaya yang sama kita mencapai lebih banyak orang itulah yang  namanya pengaruh. Orang yang berniat menyampaikan kebaikan pada banyak orang akan diberi pengaruh yang lebih besar.

5.           Meneruskan kehidupan yang ikhlas dalam kebaikan, Kenapa berbuat kebaikan itu harus ikhlas?  karena banyak orang mengatakan berubah itu sulit. Apakah Berubah itu mudah? Banyak orang yang beranggapan bahwa berubah itu sulit. Kita pelajari dulu, kita sepakat bahwa berubah itu berubah jadi orang baik, jadi berubah menjadi orang baik itu sulit ? Kenapa berubah menjadi orang baik itu sulit? Karena lebih mudah jadi orang tidak baik. Jadi kita ini lebih terbiasa dalam keburukan daripada kebaikan, makanya kalau dinasehati dia bilang susah, kenapa lebih mudah bagiku melakukan keburukan? kalau ada fitnah datang maka ambil tanggung jawab pribadi, tidak perlu menjelaskan salah atau benar. Terimalah itu sebagai peringatan untuk memperbaiki diri setelah itu kita akan menjadi terlalu besar untuk difitnah di level itu, tapi di level atas masih ada lagi. sehingga kita tidak boleh bersantai – santai karena kita sudah melewati kelas fitnah itu. Akan selalu ada fitnah pada kelas - kelas kehidupan  yang lain maka berhati - hatilah.

Semakin baik hidup kita, semakin lebih banyak orang yang berniat mengurangi keberhasilan kita dengan fitnah.
Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com

Kamis, 02 April 2020

KARAKTER GURU YANG BERKUALITAS

Sebelum seseorang mencari ilmu harus memperhatikan prasaratnya, yang pertama sebagai murid niatnya haruslah mencari ilmu saja, jangan ada target di luar itu apalagi yang bersifat duniawi, apalagi yang melecehkan atau menyepelekan ilmunya. Kamu kan sering bilang “Paham ataupun tidak paham itu tidak jadi masalah, yang penting saya dapat nilai A saja sudah bersyukur, itu berarti ilmunya kamu sepelekan, jadi niatkan targetmu hanya ilmu bukan yang lain-lain seperti saya ingin dapat ijasah, saya ingin IP tinggi, dll.  Itu pasti akan didapat kalau fokusmu sejak dari awal hanya ilmunya. Jadi peserta didik harus memiliki prasyarat ini.

Syarat menjadi seorang guru adalah niatnya tidak untuk materi, tidak untuk dunia, jadi niatnya adalah menyampaikan ilmu. Jadi, guru tidak boleh berniat “Saya mengajar ini untuk cari penghasilan”. Niatnya harus menyampaikan ilmu saja, bahwa nanti ada honornya ada gajinya itu nomor sekian. Tapi kalau tidak ada honornya ya harus dipikir ulang juga, Kalau tidak kasihan Gurunya sudah menghabiskan waktu buatmu ya kamu yang diajar harus pengertian, tapi tetap dia harus niatnya menyampaikan ilmunya saja. Jadi gurunya jangan memikirkan uangnya biar yang berpikir sekolahnya ataupun kampusnya, jadi dia cukup menyampaikan ilmu saja, muridnya juga begitu yang lain biarlah jadi efeknya. Jadi efek itukan jangan dipikirkan di depan. Kalau kita baik, murid kita jadi banyak yang bayar juga banyak. Lalu kita bisa bangun sekolah dan seterusnya itu efeknya saja. Jadi niatnya tetap hanya ilmu.

Untuk pendidik, calon guru dan guru perhatikan syarat-syarat ini atau mungkin kamu besok mempunyai lembaga atau sedang mencari guru, perhatikan syarat-syarat ini
Ciri pendidik yang berkualitas paling tidak ada 7 karakter yaitu :

1.      Sempurna keahliannya
Berarti profesional jadi ahli matematika mengajar matematika itu sudah dianggap profesional, ahli sejarah mengajar sejarah ahli agama bicara tentang agama itu namanya profesional.

2.      Memiliki sifat penyayang
Guru haruslah memiliki sifat penyayang. Jangan mencari guru yang memiliki sifat pembenci, pemarah, suka melecehkan ataupun menjatuhkan. Carilah guru yang memiliki sifat penyayang karena guru ini bertugas mentransfer apa yang ada dalam dirinya. Kalau dia tidak punya sifat penyayang, melainkan sifatnya pembenci dikhawatirkan dia juga akan mantransfer kebencian.

3.      Memiliki harga diri
Biasanya orang seperti ini kita sebut sebagai orang yang berwibawa, tidak ceroboh, tidak sembarangan dan hati-hati dalam menjaga diri.

4.      Terkenal menjaga diri dari hal - hal yang merendahkan martabatnya

5.      Memiliki hasil karya populer artinya orang ini terkenal memiliki kreatifitas

6.      Pandai mengajar

7.      Berwawasan luas

Ketujuh karakter pendidik yang berkualitas ini haruslah dimiliki oleh siapapun yang bercita-cita ingin menjadi guru maupun dosen. Berlatihlah untuk mewujudkan ini mulai dari sekarang. Kalian yang sedang mencari guru juga harus memilih guru yang memiliki 7 karakter di atas guna mengoptimalkan potensi dirimu sebagai manusia.

Itulah ciri-cirinya profesional, penyayang, berwibawa, menjaga diri, kreatif, pandai mengajar serta wawasannya luas. kalau kamu menemui orang ini, maka jadikan guru karena dia adalah orang yang berkualitas.

Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com

Senin, 30 Maret 2020

ADAB SEORANG PENDIDIK

1.  Jika kalian nanti menjadi seorang pendidik maka benahi terlebih dahulu dirimu, benahi stabilitas batinmu serta hatimu. Kalau kamu sendiri masih belum damai jalan akhlakmu dan masih kacau. Kamu akan kesulitan menjadi pendidik yang berkualitas.

2.   Jangan jadikan ilmumu sebagai jalan untuk mencari kemewahan dunia. Sangatlah disayangkan dikarenakan sangatlah jauh kemuliaan ilmu dengan kemewahan dunia itu dan tidaklah seimbang. Jika ilmumu digunakan untuk mencari kemewahan dunia itu berarti kamu sedang mendegradasi kemuliaan ilmu.

3.    Jika kalian ingin menjadi pendidik maka kalian tidak hanya punya tanggung jawab untuk mengajar, tetapi juga punya tanggung jawab untuk memberi contoh dan menjalankan apa yang kalian ajarkan, inilah yang berat. Kalau sekedar mengajar dan memberi nasehat saja, itu sangatlah mudah. Jikalau gurunya sendiri tidak menjalankannya. Apakah bisa meminta murid menjalankan?  Kalau kamu tidak tekun apa bisa kamu mengajarkan muridmu untuk tekun? Kalau kamu sebagai pendidik sering bolos apa bisa kamu memaksa muridmu untuk rajin? menasihati untuk rajin bisa dilakukan, tetapi mencontohkan rajin itu lebih sulit. Maka kalian sebagai pendidik harus memiliki kesadaran untuk menjadi contoh yang baik.

4.  Pendidik itu harus mempunyai semangat belajar agar ilmunya terus bertambah. Jikalau ada pendidik yang tidak mau belajar pada saatnya dia akan kadaluarsa. ilmunya akan out of date, yang lain sudah sampai dimana tapi dia membicarakan hal yang tidak  ada kaitannya.  Jadi  guru yang baik adalah guru yang justru bersemangat belajar karena dengan itu ilmunya terus bertambah. Semakin dia berkualitas semakin mudah membentuk murid yang berkualitas. Sehingga kesuksesan seorang guru itu yang paling utama dimulai dari kesuksesannya membenahi dirinya.


       Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com


Jumat, 27 Maret 2020

PUISI TENTANG CORONA


                 Corona Oh Corona
Tahukah mereka siapa penciptamu?
Kehadiranmu membuat mereka semua lupa,
Bahwa semua mempunyai tujuan yang mulia,

                   Corona oh Corona
Tak sadarkah mereka akibat dari kelalaiannya,
Sehingga kau datang memenuhi undangan mereka,
Untuk segera melaksanakan perintah-Nya.

Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog
 http://arisukristi.blogspot.com

Rabu, 25 Maret 2020

CARA MENGENALI KEKURANGAN DIRI

           
Kamu sering mendengar kata muhasabah dan sering diminta untuk bermuhasabah. Mari belajar mengevaluasi hidup, memang tidaklah mudah. Disaat ingin instropeksi diri tapi tidak tahu caranya? Disini akan disampaikan beberapa cara mengenali kekurangan diri secara mudah.

1.      Carilah Guru yang berpandangan luas tentang jiwa dan mengerti keburukan yang tersembunyi.
Seorang murid jika ingin diperbaiki oleh gurunya haruslah pasrah 100% pada guru. Terkadang guru meminta kamu melakukan hal yang aneh dimana kamu tidak paham maksud serta tujuannya. Gurumu lebih mengerti kekuranganmu sehingga kamu diminta untuk patuh karena gurumu lebih tau perkembangan mentalmu dan juga perkembangan rohanimu. Ada sebuah kejadian dimana ketika seorang guru dan murid pergi ke suatu tempat naik kendaraan tapi pulangnya diminta jalan kaki, padahal jaraknya mencapai puluhan kilo. Itukan keliahatannya tidak masuk akal apa si tujuannya? Tapi pastilah ada gunanya, mungkin untuk membunuh egomu ataupun ketergantunganmu pada dunia dan semacamnya. Gurumu yang lebih mengerti.

Guru itu seperti dokter dalam dunia jasmani. kamu kan tidak paham  dokter ini kok obat diminum sehari 3 kali ? kenapa tidak diminum 10 kali saja biar cepet sembuh. Dokterlah  yang lebih mengerti kamu jangan ngarang - ngarang sendiri kalau urusan obat. Sama seperti rohani mungkin kamu punya rumus sendiri harusnya begini, ya tidak seperti itu coba tanya yang ahli. Jangan - jangan kamu mau mengobati penyakit hasutmu tapi jatuhnya malah jadi sombong. Yang tahu takarannya adalah guru, maka jalan mudah mendeteksi kamu ada penyakit jiwa apa? Cari guru, itu akan lebih mudah, Tapi bukan berarti jika tidak punya guru kamu tidak bisa muhasabah. Kamu tetap bisa hanya saja akan lebih mudah dilakukan jika memiliki  guru.

Kemungkinan apabila sulit mencari guru karena gurunya sibuk mencari penghasilan tambahan dan macam-macamnya sehingga susah ditemui, maka kamu bisa menggunakan cara kedua.

2.      Carilah seorang sahabat yang jujur, berpandangan luas dan beragama.
Sahabat yang kamu miliki haruslah berpandangan luas, jika sahabatmu tidak berpandangan luas maka hasilnya akan sama aja. Meskipun kamu dinasehati agar penyakit jiwamu hilang, ya mau menasehati gimana kalau sahabatmu juga jiwanya berpenyakit ya akan sama saja jadi silahkan bertangis - tangisan, makannya usahakan memiliki sahabat yang wawasannya luas, jadi jika ada teman yang kelihatannya lebih mantap dan lebih stabil menguasai mentalitas ruhaninya, ini yang kamu dekati dan jadikan sahabat siapa tahu bisa membantu perkembangan ruhanimu, misalnya ada teman bilang aku suka sekali sama temanku ini, dia orangnya jujur sekali. Maka dekati dia dan belajarlah kejujuran dari dia mungkin bisa mengobati penyakit khianatmu. Temanku ini dia tulus sekali, kamu dekati saja jadi teman mungkin bisa memberikan tips padamu agar kamu terhindar dari sifat hasud. Caranya begitu cari sahabat, cari teman yang berpandangan luas sesuai dengan kebutuhanmu dan jangan lupa yang beragama, serius agamanya biasanya lebih mudah dipercaya.

Apabila kamu tidak memiliki guru dan juga sahabat, maka masih ada cara ketiga yang bisa kamu lakukan.

3.      Mengambil faedah dari musuh
Dengarkan musuhmu ini adalah cara yang cukup unik, musuh yang biasanya bisa cepat menemukan sifat burukmu. Musuh itu akan selalu mencari kejelekmu ada dimana, berarti akan mudah jika kamu ingin tahu dimana letak sifat burukmu. Cari musuhmu dan tanyalah aku itu salah apa padamu? kemudian  dengarkan jawabannya. Oh berarti salahku disitu, jadi kamu bisa perbaiki kesalahanmu. Memangnya kamu aku buat sakit apa? terus dia akan menjawab meskipun sambil memaki tetap dengarkan saja sehingga kamu tahu kelemahanmu. Itulah cara mengambil faedah dari musuhmu, tapi  kalau tidak punya musuh ya kamu  jangan sengaja buat musuh.

Nanti kamu tidak punya musuh malah kamu bikin musuh, ya bukan begitu caranya. kalau kebetulan ada orang yang tidak suka sama kamu, yang benci sama kamu, kamu manfaatkan kebenciannya untuk kebaikanmu. Selama ini kan kebencian kamu balas dengan kebencian juga sehingga yang kamu dapet hanya rasa dendam. Sekarang kalau ada orang yang benci sama kamu biarkan dia bicara banyak, memakimu dan bongkarlah semua sifat burukmu silahkan kamu tunggu. Bersyukurlah kamu bisa muhasabah dan tidak perlu capek. Oh berarti kelemahanku selama ini itu, oh berarti orang sakit hati kalo saya perlakukan seperti itu, itukan namanya muhasabah, kamu sendiri kan tidak mengerti kalau itu sebuah kesalahan. Makannya kalau kamu punya akun Media Sosial dan ada orang memakimu, maka bersyukurlah karena ada orang ngasih pelajaran gratis sehingga kamu mengerti keburukanmu, jadi kamu harus belajar memperbaikinya dan mengambil faedah dari musuh-musuhmu.

4.      Belajar dari pengalaman ataupun tindakan orang lain saat bergaul dengan sesama manusia
Membaca realita tentang sebuah keburukan, oh seperti itu jeleknya hasud itu berarti aku jangan begitu, oh seperti itu rusaknya orang kalau saling membenci berarti aku jangan begitu. Itulah cara mengenali kekurangan diri, jangan masuk ke lubang yang sama yang sudah dimasuki orang lain dan mereka celaka. Mengapa kamu sering mengulang kesalahan yang sama, karena kamu tidak belajar. Kamu suka beralasan bahwa yang dilarang kan kalau melakukan kesalahan yang sama, kalo kesalahan oranglain ya tidak termasuk. Sama saja meskipun itu orang lain yang celaka, kamu jangan mengulangi itu. Tapi kan kamu sering bilang bahwa kamu merasakan kan dia yang celaka, bukan begitu caranya.

Orang yang rugi itu adalah orang yang mengulangi kesalahan yang sama, ini kan saya baru kesalahan pertama “Begitu katamu”, ya tidak begitu kalau orang lain salah dan celaka dengan itu, masa kamu juga mau ikut celaka, jadi belajarlah. Banyak pelajaran yang bisa kamu peroleh bila kamu mau membuka mata dan membuka telinga. Hanya saja kamu tidak peka atau bathinmu agak gelap sehingga tidak bisa membaca lebih jernih pengalaman-pegalaman orang lain.

Jadi, ada 4 cara yang bisa kamu lakukan apabila ingin mengingkatkan kualitas hidup dengan jalan mengenali kekurangan yaitu :
a.       Carilah guru
b.      Carilah sahabat
c.       Perhatikan musuhmu
d.      Perhatikan pengalaman orang lain

Maka, setiap detik dalam hidup adalah pelajaran demi pelajaran, tidak ada dalam kehidupan ini yang bukan merupakan pelajaran untuk hidup menjadi lebih baik.

Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc