Sampaikan kebaikan dengan kelembutan, karena hati lebih mudah terbuka oleh kehangatan daripada oleh paksaan.
Assalamualaykum wr wb
Masyarakat Badui dikenal sebagai penduduk Arab pedalaman yang memiliki sifat lugu dan apa adanya. Keluguan mereka sering terlihat dari cara berbicara maupun pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan. Rasulullah ﷺ memahami karakter tersebut dan menyikapinya dengan penuh kelembutan, bahkan sering kali disertai canda yang menenangkan suasana.
Dalam berdakwah, Rasulullah ﷺ tidak menyukai suasana yang kaku dan memberatkan. Beliau lebih memilih pendekatan yang ramah, hangat, dan menyenangkan hati, sehingga ajaran Islam dapat diterima dengan lapang dan penuh keikhlasan. Sikap beliau yang penuh hikmah membuat banyak orang merasa dekat dan nyaman.
Dalam sebuah riwayat yang disampaikan Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ pernah bercerita di hadapan para sahabat, di antaranya terdapat beberapa orang Badui. Beliau mengisahkan tentang seorang penghuni surga yang memohon kepada Allah agar diizinkan bercocok tanam.
Allah mengingatkan bahwa di surga segala keinginan telah tersedia. Namun orang tersebut tetap ingin bercocok tanam karena memang menyukainya. Allah pun mengizinkan. Ia menanam sebuah biji, dan dalam waktu singkat biji itu tumbuh dengan sangat cepat hingga berbuah lebat. Hasilnya melimpah hingga menumpuk setinggi gunung.
Mendengar komentar spontan tersebut, Rasulullah ﷺ tersenyum geli. Candaan sederhana itu mencairkan suasana majelis, sekaligus menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah ﷺ dipenuhi kelembutan, kebijaksanaan, dan kehangatan.
Kisah ini mengajarkan bahwa kebaikan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan, serta bahwa sikap ramah dan penuh pengertian mampu membuka hati banyak orang tanpa paksaan.
Wassalamualaykum wr wb
Kata-kata yang lembut mampu menjangkau hati yang tak tersentuh oleh tekanan.
BERUSAHA JADI ORANG NORMAL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar