Kamis, 02 April 2026

Canda Rasulullah ﷺ Bersama Zahir

Jangan mengecilkan dirimu hanya karena berbeda, karena perbedaan adalah bagian dari keindahan. 

Assalamualaykum wr wb

Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang mampu bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan status sosial, warna kulit, maupun latar belakang. Kemuliaan akhlaknya membuat beliau dihormati oleh penduduk kota maupun pedalaman. Setiap orang merasakan kehangatan dan perhatian yang tulus dari beliau.

Di antara sahabat yang dekat dengan Rasulullah ﷺ adalah Zahir, seorang Arab Badui dari pedalaman. Zahir dikenal berkulit gelap dan berwajah sederhana. Namun, Rasulullah ﷺ sangat menyayanginya. Setiap kali datang dari kampungnya, Zahir sering membawa hadiah berupa hasil pedesaan. Sebaliknya, ketika Zahir hendak pulang, Rasulullah ﷺ menyiapkan bekal untuknya. Hubungan keduanya terjalin dengan penuh kasih sayang, layaknya persaudaraan yang tulus.

Suatu hari, ketika Zahir sedang menjual barang dagangannya di pasar, Rasulullah ﷺ datang mendekatinya dari belakang tanpa diketahui. Beliau kemudian memeluk Zahir dengan penuh kehangatan. Zahir yang terkejut berkata,
“Lepaskan aku! Siapa ini?”

Ketika menoleh, Zahir pun mengetahui bahwa yang memeluknya adalah Rasulullah ﷺ. Ia merasa sangat bahagia hingga semakin mendekatkan punggungnya ke dada Rasulullah ﷺ.

Dengan nada bercanda, Rasulullah ﷺ berkata,
“Siapa yang mau membeli budak ini?”

Zahir pun menjawab dengan rendah hati,
“Wahai Rasulullah, kalau begitu aku tidak akan laku.”

Rasulullah ﷺ lalu bersabda,
“Namun di sisi Allah, engkau sangat berharga.”
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Ucapan Rasulullah ﷺ itu menenangkan hati Zahir dan menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penampilan, melainkan oleh nilai dirinya di hadapan Allah. Sikap Rasulullah ﷺ ini semakin mempererat kecintaan para sahabat kepada beliau, karena mereka merasakan penghargaan, kehangatan, dan kasih sayang yang tulus.

Kisah ini menjadi teladan bahwa menghormati sesama tanpa memandang kekurangan adalah bagian dari akhlak mulia yang menumbuhkan persaudaraan yang kuat.

 Wassalamualaykum wr wb

Jangan ukur nilaimu dari penilaian orang lain, karena setiap manusia memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.

BERUSAHA JADI ORANG NORMAL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar