Selasa, 21 Juli 2020

Kisah Rahasia di Balik Foto Habib Sholeh Tanggul, Jember




Mengenang Haul Beliau hari ini yang ke 44

Beliau adalah Al-Imam Al-Qutub Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid Tanggul, Jember.

Sosoknya sangat berwibawa, jama’ahnya jutaan, dan masyhur bukan hanya di Nusantara tapi juga di Timur Tengah.

Maqom kewaliannya sudah sampai pada tingkatan Wali Qutb, (pemimpin para wali pada masanya).

Tamunya mulai dari rakyat kecil paling pelosok desa hingga para pejabat tinggi negara, bahkan sampai Raja Arab Saudipun pernah meminta bantuannya.

Al Kisah :

Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Makkah adalah ulama’ besar yang jadi rujukan hampir semua ulama pada masanya. Beliau juga salah satu penasehat Raja Saudi. Saat itu, Raja memiliki anak cacat sejak lahir. Anak itu tidak punya lubang dubur, karena lubang duburnya ada di pinggang.

Tentu saja, sang raja sudah datang ke pengobatan dimana saja. Tapi belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Akhirnya Sayyid Alawi menyarankan agar sang raja mengundang seorang habib yang penuh karomah dari Indonesia bernama Habib Sholeh Bin Muchsin Al-Hamid atau akrab disapa Habib Sholeh Tanggul.

Sang raja akhirnya mengirimkan utusan untuk meminta Habib Sholeh Tanggul berkenan datang ke Arab Saudi. Habib Sholeh akhirnya bersedia dan berangkat bersama utusan sang raja.

Sang raja sudah menyiapkan jamuan istimewa kepada tamunya yang dikenal keramat ini.

Sebelum bertemu langsung dengan raja, terlebih dulu Habib Sholeh ngobrol santai dengan Sayyid Alawi, baru kemudian menghadap sang raja.

Anak sang saja sudah siap duduk di kursi kebesarannya.

Maka dihampirilah anak itu kemudian ditepuk-tepuk belakangnya sambil berkata: “Bekher Ente, Bekher Ente, InsyaAllah Bekher.”

Setelah mengucapkan itu, Habib Sholeh berkata kepada Sayyid Alawi Al-Maliki: “Ayo Habib, kita pergi dari sini, Ana pingin ke tempat antum saja.”

Sang Raja Arab yang mendengar ucapan itu agaknya tersinggung dan berkata:

”Ya Habib Alawi, inikah yang antum bilang habib keramat itu, tidak ada salam tidak ada perbincangan, malah mau pergi begitu saja.”

Sayyid Alawi tetap bersikap santai dan tenang saja.

Selang beberapa saat, anak raja yang duduk di kursi tadi berteriak.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lubang yang ada di pinggang ketutup berubah ke belakang sebagaimana manusia normal Lainnya.

Oh iya, tadi belakang saya ditepuk-tepuk sama Habib Sholeh itu.”

Akhirnya sang Raja menawarkan satu peti berisi emas kepada Habib Sholeh.

“Simpan saja emasmu, Ana lebih kaya dari ente. Kalau perlu ana yang kasih ente,” jawab Habib Sholeh.

“Habib, Ana punya anak perempuan. Kalau mau putri ana, akan saya nikahkan denganmu lalu antum aku beri jabatan tinggi di sini,” kata sang raja.

“Simpan saja putri ente. Ana punya syarifah di rumah. Ana gak butuh jabatan dari Ente. Ana sudah punya jabatan dari Allah SWT.” jawab Habib Sholeh.

Mendengar pembicaraan ini, Sayyid Alawi Al-Maliki akhirnya menyarankan Habib Sholeh agar mau menerima emas tadi.

“Wahai Habib Sholeh, di Hadromaut kita punya saudara-saudara yang susah. Ambil saja dan kasihkan kepada saudara-saudara kita di sana.”

Akhirnya Habib Sholeh berkenan menerima saran Sayyid Alawi.

Kemudian hadiah itu dibagikan kepada saudara-saudara di Hadramaut.

Karena kisah ini, Habib Sholeh Tanggul di Hadramaut sana dikenal sebagai habib yang paling kaya di Indonesia karena sering membantu saudara-saudara yang ada di Hadramaut.

===========

Keajaiban dibalik foto Habib Sholeh

Ada salah satu warga yang tinggal di daerah Ampel Surabaya.

Saat itu, orangnya sangat membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya.

Di rumahnya terpajang foto Habib Sholeh Tanggul dan setiap ia melihat foto tersebut selalu berdo’a memohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, agar ia mendapatkan uang yang ia butuhkan untuk keluarganya.

Do’a itu dilakukannya berkali-kali.

Rupanya do'a orang ini terdengar secara batiniyah oleh Habib Sholeh Tanggul. Sampai pada suatu hari, Habib Sholeh didatangi tamu para pejabat pemerintah utusan Menteri Adam Malik.

Mereka datang dengan membawa hadiah untuk Habib Sholeh berupa sejumlah uang yang cukup banyak.

“Coba ambil uang yang kalian bawa itu sejumlah sekian juta dan serahkan kepada si fulan yang rumahnya di daerah Ampel Surabaya,” kata Habib Sholeh Tanggul.

“Atas karunia yang diberikan Allah itu, berikanlah sebagian untuknya. Hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali,” lanjut Habib Sholeh.

Kemudian Habib Sholeh meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh Al-Hamid untuk menulis alamat dan surat untuk orang yang dituju sekitar Ampel Surabaya itu

Tidak lama kemudian, utusan Menteri Adam Malik itu bergegas menuju rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh.

Sampai di lokasi rumahnya, mereka langsung menyerahkan sejumlah uang sebagaimana yang dimaksud Habib Sholeh.
“Ini dari Habib Sholeh Tanggul. Ini juga sekaligus ada surat dari beliau,” kata utusan itu.

Melihat dan mendengar apa yang disampaikan utusan itu, orang yang selalu berdo’a  itu menangis histeris luar biasa dan tersungkur sujud syukur kepada Allah SWT. “Alhamdulillah.. Ini berkah cucu Rasulullah,” katanya penuh bersyukur.

Orang itu kemudian penasaran dengan surat dari Habib Sholeh. Lalu dibukanya surat itu, yang berisi sebuah pesan yang mengagetkan :

“Uang inilah yang kau butuhkan sebagaimana permintaanmu kepada Allah di saat memandang gambarku,” tulis Habib Sholeh Tanggul dalam suratnya yang pendek itu.

Subhanallah…

Itulah karomah seorang kekasih Allah. Yang Kasih sayangnya kepada sesama sungguh luar biasa. Hidupnya digunakan untuk kemanfaatan umat seluas-luasnya.

Kisah ini disampaikan Al-Habib Abu Bakar bin Abdul Qadir Mauladdawilah Malang yang bersumber dari kisah putra Habib Sholeh Tanggul, yakni Habib Muhammad bin Sholeh Al-Hamid Tanggul.

Lahu Al Fatihah……

Selasa, 14 Juli 2020

KISAH SANG PENGGEMBALA



Umar bin khattab pernah suatu ketika berjalan ke Padang Pasir.

Disana ia menemui seorang Badui yang sedang mengembala kambing. Dia adalah seorang muslim, orang tersebut tidak mengenal Umar Bin Khattab.

Berkatalah Umar, hai pengembala kambing, kami musafir yang sedang membutuhkan kambing. Bagaimana kalau kambingmu kami beli?

Maka Pengembala kambing tersebut berkata, wahai  saudaraku, Aku hanya pengembala.  Ini kambing bukan punyaku, ada pemiliknya saya cuma diamanahkan saja.

Lalu Umar ingin memancing Ilmu dan iman orang ini, apakah sampai beriman tentang akhirat.  Kata Umar begini saja, kau jual kepada kami uangnya kamu ambil nanti kau bilang sama tuanmu bahwa kambingnya dimakan oleh serigala atau hilang.

Tiba - tiba pengembala kambing menangis terisak-isak sampai tidak bisa jawab.

Kata umar, kenapa kau menangis? Jelaskan!. setelah tenang baru dia mengatakan, wahai saudaraku andai saja pemilik kambing ini tidak tahu, bagaimana Tuhannya pemilik gembala itu? maksudnya  adalah Allah, maka umarpun ikut menangis.

Bagaimana orang di padang pasir, pengembala kambing, orang miskin bisa terkontrol untuk tidak mau menjual sembarangan yang bukan milik dia.

Maka keesokan harinya Umar Bin Khattab mengirim uang untuk membebaskan budak ini.

Inilah contoh bagaimana Akhirat mendorong manusia untuk menjadi lebih berprestasi dan lebih bersosial. Jika manusia tidak ada jiwa sosialnya, maka pikirannya selalu terpusat pada dunia.

Kalau saya bantu, saya dapat apa dari orang ini. Setiap orang yang dimintai pertolongan, yang paling pertama ditanya adalah bayarannya berapa? tujuannya apa? saya bisa dapat manfaat apa?

Jika manusia yang  berpikir tentang akhirat, maka target utamanya adalah ini kesempatan membantu orang  yang mau minta tolong sehingga saya akan dapat pahala dari dia, ini terget utama.

Maka target manusia yang berfokus pada akhirat akan berbeda targetnya dengan manusia yang berfokus pada dunia.


Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com
IG : mr.ari.bcc
Youtube : mr.aribcc

SUAMI DAN KERIDHOANNYA


Oleh KH Maimoen Zubair.

Untuk mengenang 1 tahun wafatnya sang kiai kharismatik

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Sebelumnya dia diskusi panjang dengan saya....

Ibu : Mbah Moen, saya sudah tidak kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja...

Kyai : Emangnya kenapa bu?

Ibu : Ya suami saya udah tidak ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin untuk anak - anak. Nanti gimana anak - anak saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape - cape dia santai aja di rumah.

Kyai : Oooh gitu, cuma itu aja?

Ibu : Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.

Kyai : Oooooh... iya... mau tahu pandangan saya gak bu?

Ibu : Boleh Mbah.

Kyai : Gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...

Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.

Ibu : Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?

Kyai : Ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya malah ga dipakai.

Ibu : Saya ga berharap lebih kok Mbah, Saya cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.

Kyai : Iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami.

Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan ibu kejar.

Ibu : Mmmmm... memang apa fungsi primernya seorang suami?

Kasih tau gak ya...

Kyai : Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa-dosa ibu dari neraka.

Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa-dosa ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.

Jadi, ibu punya seorang suami duduk diem aja, itu sudah sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dengan maksimal.

Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.

Dalam sebuah hadits shohih disebutkan

 “Ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”

Yang artinya “Bila ada seorang istri meninggal dunia sedangkan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”

Selebihnya, itu cuma fungsi - fungsi sekunder dari suami. Kejar dulu yang utama ini.

Suami ga kerja ya ga apa - apa... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.

Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa- dosa ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami.

Kalau memang ibu yang cari nafkah ya ndak apa - apa. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah kepada anak yatim.

Ibu : kok bisa lebih mulia dari anak yatim?

Kyai : ya karen anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yang hukumnya sunnah.

Sementara suami, sudah terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.
Silahkan dibagi sedekah untuk orang lain dengan sedekah untuk keluarga, tapi yang untuk keluarga, itu yg lebih utama.

Ibu: Tapi... kalau suami zalim bagaimana mbah? Bahkan KDRT ke keluarga?

Kyai : Ya ndak apa - apa juga... tetap pertahankan. Karen semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.

Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.

Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk surga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT?

Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi - bayi.

Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Sampai terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)

Ibu : Ya Allah... Mbah... terima kasih atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?

Kyai : Ibu mau ikuti saran dari saya?

Ibu : Apa itu Mbah...?

Kyai : Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, Tanyakan ke suami, “Abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”

Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, kopi, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....

Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.

Ibu : Baik Mbah

Kyai : Semoga Allah memuliakan ibu dan suami ibu.

Ibu : Aaaamiin ya Rabb... terima kasih Mbah Moen...

***

SELANG 5 HARI BERLALU, IBU ITU DATANG KEMBALI MENGHADAP KYAI

Ibu : Mbah Moen.... ya Allah... terima kasih banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama Mbah Moen...

Terima kasih sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan Mbah Moen dan keluarga...

Kyai : Alhamdulillah... gimana, saran saya, sudah dijalankan?

Ibu: Iya Mbah Moen.. dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia Mbah Moen, dia mau bantuin saya nganter ke mana - mana.... ya Allah... enak banget Mbah Moen...

Kyai.: Alhamdulillah...

Ibu.: Saya mau terus lakukan saran Mbah, ga cuma 7 hari..., tapi mau saya lakukan selama - lamanya bolehkan Mbah Moen...?

Kyai.: Buoleh buanget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan Husnul Khotimah...

Ibu.: Hehehe... makasiiiiih Mbah Moen...

Kyai.: Sama-sama

Catatan:
KH. Maimoen Zubair
(yang sering dipanggil Mbah Moen)
Adalah Ulama besar dan Tokoh NU dari Jawa Tengah yang wafat di kota Makkah setahun yang lalu.

Lahu al fatihah....

HIKMAH


Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Thabrani dari Jarir bin Abdillah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

من قرأ قل هو الله احد حين يدخل منزله نفت الفقر عن اهل ذلك المنزل والجيران

Barangsiapa membaca qul huwallahu ahad (surah Al-Ikhlas) ketika memasuki rumahnya, maka kefakiran akan hilang dari penghuni rumah tersebut dan dari tetangganya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara keutamaan membaca surah Al-Ikhlas saat masuk rumah adalah diberikan kelimpahan rezeki.

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Madini dari Sahl bin Sa’ad, dia berkata;

شكا رجل إلى رسول الله – صلى الله عليه وسلم – الفقر وضيق المعيشة ؛ فقال له رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : إذا دخلت البيت فسلم إن كان فيه أحد ، وإن لم يكن فيه أحد فسلم علي ، واقرأ قل هو الله أحد مرة واحدة ففعل الرجل فأدر الله عليه الرزق ، حتى أفاض على جيرانه

Ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah Saw mengenai kefakiran dan kesulitan ekonominya.

Kemudian Rasulullah berkata kepadanya;

“Jika kamu masuk rumah, maka ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya.

Jika tidak ada seseorang, maka ucapkanlah salam padaku

Assalamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh,

Assalamu'alainaa wa 'alaa ibaadillaahis sholihiin

Dan bacalah qul huwallahu ahad satu kali.

Lantas ia mengerjakan (sebagaimana perintah Rasulullah Saw).

Tak lama kemudian Allah memberikan banyak rezeki kepadanya hingga melimpah kepada tetangganya".

Wallahu a'lam

HEBATNYA SEDEKAH

Alkisah:

Pada suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam...

Pengemis itu berkata: "Ya Rasulullah saya ingin meminta sedekah."

Rasulullah bersabda:
"Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu".

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar:

"Siapa yang mau membeli baju Rasulullah?"

Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang dipasar, semua ingin membelinya.

Diantara mereka ada seseorang yang buta tapi kaya, mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:

“Jika kamu berhasil mendapatkan baju itu, maka kamu nanti merdeka”.

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya.

Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut...,

Dengan memegang baju Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu, orang buta tersebut kemudian berdo'a :

“Yaa Rabb dengan haq Rasulullah dan berkat baju yang suci ini, kembalikanlah pandanganku... ".

Maka dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, ia pun pergi menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan penuh gembira dan berkata:

"Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku... ".

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasulullah jarang sekali tertawa seperti itu...

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidah Aisyah:

"Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Sabtu, 20 Juni 2020

TATA CARA SHOLAT GERHANA MATAHARI


1. Niat sholat gerhana

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Arab-latin:
Ushalli sunnatan-likusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta'ala

Artinya:
Saya niat sholat sunah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca do'a iftitah yang dilanjutkan Al-Fatihah dan surat lain (Asy Syams) dan suara jahar

4. Rukuk sambil memanjangkannya dengan memperbanyak bacaan tasbihnya (40×)

5. Bangun dari ruku dan kembali membaca Al-Fatihah dan surat lain (Al Layl)

7. Kembali ruku yang kedua bacaannya agak pendek dari yang pertama

7. Itidal

8. Sujud yang lamanya seperti ruku diatas

dilanjutkan duduk di antara dua sujud serta sujud kembali

9. Bangun dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua dengan bacaan dan gerakan seperti sebelumnya namun sedikit lebih sinkat

10. Salam

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jam'ah yang berisi anjuran meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperbanyak amal shaleh dan bersedekah.

Disamping mengerjakan sholat, ketika terjadi dan melihat sholat gerhana matahari disunnahkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar dan doa selama peristiwa gerhana.

Selasa, 09 Juni 2020

MENYADARI KESALAHAN


Manusia itu biasanya merasa dirinya benar, seharusnya pola pikirnya di balik bahwa sebenarnya setiap manusia punya andil dalam setiap kesalahan. Orang kan selalu merasa dirinya yang paling benar dan paling baik. Kita seharusnya sadar bahwa setiap orang ketika ada kesalahan, maka dia juga turut serta dalam kesalahan itu, dan ikut ambil saham dalam kesalahan itu.

Kita seharusnya tidak menghakimi kesalahan orang lain dan haruslah sadar bahwa kita sangat mungkin melakukan kesalahan. Percayalah bahwa kamu mungkin salah, itu efeknya luar biasa. Hari ini kita kadang-kadang agak sumpek melihat orang yang mengklaim bahwa dirinya yang paling benar atau yang paling baik.Sadarilah bahwa kita mungkin salah dan kita mungkin keliru, Itu akan lebih baik. Jangan terlalu percaya padaku, aku ya mungkin salah.

Manusia itu biasanya cenderung mengakui bahwa aku yang benar, ini yang nantinya sering menjadi sumber masalah. Karena aku merasa aku benar, lalu kamu juga merasa kamu benar. Itu jika yang dipercaya sama, namun isinya beda yang terjadi adalah konflik. Berbeda jika pola pikirnya di balik, aku mungkin salah, kamu juga merasa aku juga mungkin salah. Ini akan lebih kondusif.

Setiap manusia adalah kasus khusus dan edisi terbatas. Setiap orang merasa dirinya istimewa. Orang itu kalau disuruh jujur, pasti merasa aku ini istimewa, aku ini luar biasa, siapapun dia. Lalu selalu protes tentang sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaran yang diyakini. Bahkan demi dianggap istimewa, paling benar dan paling baik, kadang-kadang bisa menyalahkan seluruh manusia, surga bahkan Allah.

Dalam rangka menunjukkan bahwa aku ini khusus, aku ini harus dibela, dan aku ini bersih. Jarang orang merasa bahwa dirinya biasa-biasa saja, itu biasanya basa - basi. Jarang sekali orang yang merasa dirinya jelek. Pasti kamu merasa istimewa, pasti selalu ada tambahannya.Kalau kamu menyebut dirimu jelek kan biasanya ada tambahannya jelek - jelek begini saya itu ... Kan pasti ada belakangnya, tidak  pernah saya jelek titik. Pasti jelek - jelek gini pasti gitu.

Makanya kalau ada yang tanya kamu ganteng apa jelek? Pasti kan jawabnya kalau saya sih memang tidak ganteng cuma limited edition, tidak ada lagi yang seperti saya, itu kan setiap orang merasa istimewa dan biasanya selalu komplain itu bahasanya Al - Quran kan.
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
Takdirnya kan begini, jadi mau apa lagi. Itu kan namanya menyalahkan Maha Pemberi Takdir. Jadi itulah cirinya, bahwa manusia itu kebanyakan merasa dirinya bersih, Disitulah bahayanya.

Manusia itu komplain terus, terus merasa benar, merasa bersih, bahkan demi semua itu, keistimewaan dirinya, kebersihan dirinya, kadang-kadang menyalahkan semua orang atau bahkan sampai menyalahkan surga kalo disitu, ya menyalahkan Allah.


Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com
IG : mr.ari.bcc
Youtube : mr.aribcc