Minggu, 31 Mei 2020

CARA MEMANDANG NASIB



Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat indah dan gagah..

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yg sangat tinggi..

Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..

Maka teman-temannya berkata : "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."

Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..

Lalu teman-temannya berkata : Wah Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."

Si petani  tetap hanya diam saja..

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..

Teman-temannya berkata : "Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."

Si petani tetap diam tanpa komentar..

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : "Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.."

Si petani kemudian berkomentar :

"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek..

Semuanya adalah suatu rangkaian proses yg belum selesai...

Syukuri dan terima keadaan yg terjadi saat ini.. Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..

Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..

Tetapi yang pasti, ALLAH paling tahu yang terbaik buat kita...

Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini..

Jalan  yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. tapi sudah pasti yang terbaik..."

SELAMAT HARI RAYA KETUPAT


KUPAT LEPET merupakan tradisi yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BA'DA, yaitu :

1. BA'DA IDUL FITRI dan
2. BA'DA KUPAT yang diadakan seminggu sesudah Lebaran IDUL FITRI (hari ini)

Arti Kata Ketupat.

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus.

Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari

1. Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan. dan

2. Laku papat. artinya empat tindakan

Ngaku Lepat.

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Laku Papat :

1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

Lebaran (Lebar)

Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.

Luberan (Luber)

Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

Leburan (Lebur)

Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan (Labur)

Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT – LEPET

KUPAT

Kenapa mesti dibungkus janur?

Janur, diambil dari bahasa Arab Ja’a nur yang memiliki makna (datang cahaya).

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.

Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki. Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja’a nur).

LEPET

Lepet = silep (tutup) kang rapet.

Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.

Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Sabtu, 30 Mei 2020

ILMU YANG TAK BERMANFAAT


Adakalanya kita ingin mendapatkan curahan ilmu dan sangat haus terhadap ilmu pengetahuan, namun saat kamu menuntut ilmu guna bersaing, mengalahkan teman sejawat, meraih simpati orang atau yang sifatnya keduniaan maka sebenarnya kamu sedang berusaha menghancurkan keyakinanmu, membinasakan dirimu dan menjual keabadian dengan dunia. Sangatlah disayangkan apabila terminal terakhir dari ilmumu hanyalah dunia, dan kalau memang tujuan dari ilmumu tadi adalah itu semua, berarti kamu juga sedang menistakan gurumu. Karena itu berarti gurumu yang telah membantumu dalam berbuat keburukan itu.

Gurumu seperti orang yang menjual pedang bagi perompak jalanan.  Jadi kalau kamu melakukan keburukan dengan ilmumu, kamu tidak hanya sedang menghinakan dirimu saja tapi sedang menghinakan guru-gurumu juga. Karena ilmu itu dasarnya berasal dari guru-gurumu. Jadi kalau hari ini kamu sudah pintar dan kepintaranmu dipakai untuk menipu orang, untuk menyusahkan orang, untuk memamerkan serta menyombongkan dirimu, itu sama saja kamu sedang menggunakan senjata dari gurumu. Maka marilah kita menanta ulang niat kita agar tidak melecehkan guru – guru kita.

Memanfaatkan ilmu untuk dunia itu memang diperbolehkan, asalkan bukan merupakan terminal terakhir. Biarkan saja nanti efeknya datang sendiri. kalau kamu pintar, sepatutnya kamu akan terkenal dan dikenal. Jika niat dan maksudmu dalam menuntut ilmu untuk mendapatkan petunjuk bukan sekedar mengetahui kisah, maka berbahagialah. Mengetahui kisah itu berhenti pada ilmu dan tidak ada kelanjutannya, padahal setiap ilmu itu harusnya jadi petunjuk untuk menuntunmu semakin dekat dengan kebenaran.

Kalau hanya belajar tentang kisah biasanya hanya untuk pamer dan  hanya untuk tujuan keduniaan. Tidak membuka matamu serta tidak membuatmu tercerahkan. Sesungguhnya kalau memang yang kita cari adalah petunjuk, itulah nanti yang disebutkan tentang keutamaan ilmu. Bahwa  sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya untukmu saat engkau berjalan dan ikan-ikan di laut memintakan ampunan bagimu manakala kau berusaha. Tetapi kamu harus tahu sebelumnya bahwa petunjuk merupakan buah daripada ilmu. Jadi prosesnya adalah kita memiliki wawasan, memiliki ilmu, kemudian ilmu itu menjadi petunjuk atau tidak untuk hidup kita. Ilmu itu menjadi petunjuk dan pencerahan untuk kita atau malah membuat kita jauh dari kebenaran.

Maka carilah ilmu terlebih dahulu kemudian barulah petunjuk akan datang. Itulah salah satu cara mengelola ilmu agar menjadi jalan untuk semakin dekat dengan kebahagiaan.


Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com
IG : mr.ari.bcc
Youtube : mr.aribcc

Rabu, 20 Mei 2020

ATURAN ZAKAT DI MASJID, MUSHOLLA, SEKOLAH DAN SEMISALNYA

Bismillahirrahmanirrahim...

Di bulan suci Ramadhan seperti ini banyak masjid, musholla, sekolah dan semisalnya mengadakan penerimaan zakat

Bagaimana aturan zakat yang diserahkan kepada pihak masjid, musholla, sekolah dan semisalnya?

Berikut aturan dan penjelasannya.

1. Panitia zakat di Sekolah, madrasah, masjid, status mereka hanya sebagai "wakil zakat" dan bukan merupakan amil zakat. Panitia hanyalah distributor zakat, Inilah yang penting diketahui oleh masyarakat luas.

2. Zakat yang dibayarkan kepada panitia zakat di madrasah, masjid, musholla, belum dianggap sah sebelum panitia menyerahkannya kepada mustahiq yang ada 8

3. Jika zakat yang terkumpul dari siswa itu disalurkan kepada selain keluarga siswa sekolah tersebut, maka pembagian zakat tidak ada masalah.

4. Jika zakat yang terkumpul dari siswa itu disalurkan kepada sesama siswa / keluarga siswa, maka harus di adakan penukaran pembagian atau sistem silang agar zakat tidak ada yang kembali ke pemilik asalnya jika dia termasuk penerima pula.

Misalnya :
Zakat kelas 1 untuk kelas 2 dan sebaliknya

Atau

Zakat RT 1 untuk RT 2 dan sebaliknya

5. Guru, ustadz, ta'mir masjid, atau panitia jika mereka tidak termasuk dalam 8 ashnaf (golongan penerima zakat), maka tidak boleh menerima zakat fitrah.

Contoh guru yang termasuk 8 ashnaf adalah guru yang miskin, dia boleh menerima atas nama fakir miskin bukan atas nama guru

6. Pembayaran zakat fitrah berupa uang dinyatakan belum mencukupi (tidak sah) menurut Syafiiyah (mayoritas muslim Indonesia).

Jika hal itu terjadi sebaiknya di antisipasi dengan cara yang baik, misalnya Panitia menyediakan beras untuk dijual kepada seorang muzakki yang telah membawa uang agar dipakai untuk membeli beras yang tersedia

7. Biaya pendistribusian berupa kantong kresek pembungkus, dan lainnya, tidak boleh diambilkan dari hasil penjualan sebagian zakat.

8. Jika ada zakat yang disalurkan kepada faqir miskin atau keluarganya, maka harus dipastikan dulu bahwa beras yang diberikan itu bukan berasal dari miliknya sendiri, dan tidak pula tercampur sebutirpun dengannya.

9. Bila salah satu poin di atas tidak terpenuhi bisa jadi satu atau semua zakat menjadi tidak sah dan panitia wajib menggantinya. Karena panitia telah menyatakan siap bertanggung jawab menerima dan menyalurkan zakat

Tambahan:

Jika terpaksa membayar zakat fitrah dalam bentuk uang maka harus mengikuti madzhab Hanafi, yaitu :

~ Uang senilai 5 liter beras, bukan 3,5 liter beras. Karena ukuran zakat fitrah dalam madzhab hanafi sebanyak 8 wasaq sedang Imam yang lain hanya 5 wasaq

Demikian penjelasan singkat tentang aturan fiqih tentang cara menyerahkan zakat fitrah di Sekolah / masjid / musholla dan yang semisalnya

Wallohu a'lam

Selasa, 19 Mei 2020

NIAT ZAKAT FITRAH CARA KEDUA

 النِّيةُ عِنْدَ عَزْلِ الزَّكاةِ مِنَ المالِ

"Niat pada saat memisahkan/mengeluarkan zakat dari harta"

Apabila kita sudah mempunyai persediaan beras di rumah maka kita dapat meniatkan zakat saat mengambil/menakar beras zakat fitrah yang diperlukan,

Cara ini lebih mudah karena tidak harus mengantongi terlebih dahulu

Contoh :

1. Takaran pertama untuk zakat diri sendiri
2. Takaran kedua untuk zakatnya istri
3. Takaran ketiga untuk zakatnya anak pertama
4. Takaran keempat untuk zakatnya anak kedua
5. Dan seterusnya

Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN NAFSII FARDLOL LILLAAHI TA'AALAA

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN ZAUJATII FARDHOL LILLAATI TA'AALAA

Niat Zakat Fitrah untuk Anak

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN WALADII (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA

Niat Zakat Fitrah untuk orang lain yang telah mewakilkan kepada kita

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN (Sebutkan nama orangnya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA

Setelah membaca niat lalu membaca doa berikut

رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ

“Ya Robb kami, terimalah (zakat) dari kami. Sungguh, Engkau Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Setelah selesai kemudian diaduk lalu dibungkus minimal menjadi 3 bagian agar zakat satu orang bisa tersalurkan kepada minimal 3 orang miskin

Mengingat pesan dalam ayatnya mengatakan bahwa zakat itu untuk :

إنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ

Lil-Fuqoro', (bukan lil-faqir)

والمَسَاكِينِ

Wal-Masakin, (bukan wal-miskin) dan seterusnya

Kalimat pada ayat tersebut mengisyaratkan bahwa zakat itu harus dibagikan kepada orang banyak (minimal kepada 3 orang)

Itulah yang diwajibkan dalam madzhab Syafi'i

Dengan cara diaduk otomatis zakat satu orang dapat merata kedalam beberapa bagian

Allaahu A'lam

NIAT ZAKAT FITRAH CARA PERTAMA

Langkah langkah sebelum niat zakat fitrah :

√ Pilihlah Beras yang terbaik untuk zakat fitrah minimal seperti beras yang anda makan sehari-hari

Jangan sampai terfikir untuk menggunakan beras murah yang anda sendiri mungkin tidak menyukainya, hal inilah yang diingatkan oleh Allah swt

 وَلَا تَیَمَّمُوا۟ ٱلۡخَبِیثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِـَٔاخِذِیهِ إِلَّاۤ أَن تُغۡمِضُوا۟ فِیهِۚ وَٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِیٌّ حَمِیدٌ

Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu sedekahkan/zakatkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji
[Surat Al-Baqarah 267]

√ Pisahkan terlebih dahulu zakat masing-masing anggota keluarga lalu bacakanlah niat satu-satu

Bukan satu karung beras diniatkan sekaligus

Contoh :

1. Bungkus A zakat diri sendiri
2. Bungkus B zakat istri
3. Bungkus C zakat anak pertama
4. Bungkus D zakat anak kedua
5. Dan seterusnya

Lalu niatkan sebagai berikut:

هٰذِهِ زَكَاةُ الْفِطْرِ الْمَفْرُوضَةُ عَنْ نَفْسِى

Hadzihi Zakaatul Fithril Mafruudhatu An Nafsii.

Artinya : Ini adalah Zakat Fitrah yang fardhu atas diriku.

Untuk istri ia niatkan sebagai berikut:

هٰذِهِ زَكَاةُ الْفِطْرِ الْمَفْرُوضَةُ عَنْ زَوْجَتِىْ

Hadzihi Zakaatul Fithril Mafruudhatu An Zaujatii.

Artinya : Ini adalah Zakat Fitrah yang fardhu atas istriku.

Atau apabila atas anaknya ia niatkan sebagai berikut :

هٰذِهِ زَكَاةُ الْفِطْرِ الْمَفْرُوضَةُ عَنْ وَلَدِىْ (.......)

Hadzihi Zakaatul Fithril Mafruudhatu An Waladii. (..........)

Artinya : Ini adalah Zakat Fitrah yang fardhu atas anakku (disebut namanya).

Atau apabila atas orang yang ia wakili, ia niatkan sebagai berikut :

هٰذِهِ زَكَاةُ الْفِطْرِ الْمَفْرُوضَةُ عَنْ فُلَانٍ

Hadzihi Zakaatul Fithril Mafruudhatu An Fulaan....

Artinya : Ini adalah Zakat Fitrah yang fardhu atas Fulan (disebut namanya).

Demikian pula halnya dengan niat Zakat Maal. Ia niatkan sebagai berikut :

هٰذِهِ زَكَاةُ مَالِي الْمَفْرُوضَةُ عَنْ نَفْسِى

Hadzihi Zakaatul maalii Mafruudhatu An Nafsii.

Artinya : Ini adalah Zakat Maalku yang fardhu atas diriku.

Allaahu A'lam

Senin, 18 Mei 2020

Beberapa surah di dalam Al Qur'an memiliki khasiat khusus bagi para pembacanya.


(وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَاۤءࣱ وَرَحۡمَةࣱ لِّلۡمُؤۡمِنِینَ وَلَا یَزِیدُ ٱلظَّـٰلِمِینَ إِلَّا خَسَارࣰا)
[QS Al-Isra' 82]

فوائد قرأنية

١. سورة المزمل….للمشاكل الزوجية
٢. سورة الانبياء….للذرية
٣. سورةالعاديات….للديون
٤. سورةالواقعه….للرزق
٥. سورةالحج….لطلب الزواج
٦. سورةالناس….لطرد الوسواس
٧. سورة البقرة….عن التوابع وماشابه
٨. سورة يوسف….للسجون وللفرج
٩. سورةمريم….لحفظ الحمل
١٠. سورةالانشقاق….لتسهيل الولاده
١١. سورةالغاشيه….لنوم الطفل
١٢. سورةالفلق….للعين
١٣. سورة الضحى….للنسيان
١٤. سورةالملك…. نجامن عذاب القبر.

Di antaranya adalah:

1. Bagi suami istri yang sering dirundung masalah, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Muzzammil.

2. Bagi yang belum memiliki keturunan anak, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Anbiya’.

3. Bagi yang ingin mempercepat pelunasan hutang dan kreditnya, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-‘Adiyat.

4. Bagi yang ingin dimudahkan dalam memperoleh rezeki, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Waqi’ah.

5. Bagi yang ingin memperoleh jodoh dan teman hidup dan ingin segera menikah, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Hajj.

6. Bagi yang ingin menghilangkan ragu dan waswas di hatinya, maka disarankan untuk sering membaca surah An-Naas.

7. Bagi yang ingin terbebas dari gangguan jin dan sejenisnya, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Baqarah.

8. Bagi yang ingin keluar dari masalah dan terbebas dari penjara, maka disarankan untuk sering membaca surah Yusuf.

9. Bagi yang ingin terpelihara pada masa kehamilan dan janinnya sehat, maka disarankan untuk sering membaca surah Maryam.

10. Bagi yang ingin dimudahkan saat melahirkan, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Insyiqaq.

11. Bagi yang ingin menidurkan bayi atau anak kecil dengan mudah, maka disarankan membaca surah Al-Ghasyiyah.

12. Bagi yang ingin dijaga dari mata yang jahat baik kejahatan manusia atau makhluk lain, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Falaq.

13. Bagi yang ingin menghindari lalai atau lupa, maka disarankan untuk sering membaca surah Ad-Dhuha.

14. Bagi yang ingin selamat dari siksa kubur, maka disarankan untuk sering membaca surah Al-Mulk, terutama menjelang tidur.

Demikianlah khasiat dari beberapa surah Al Qur'an. Semoga bermanfaat