Selasa, 12 Mei 2020

SEJARAH NABIYULLAH SYAM'UN AL-GHAZI AS (SAMSON) DAN HUBUNGANNYA DENGAN ASAL MUASAL LAILATUL QADR


Nabi Syam’un al-Ghazi As memiliki beberapa nama; dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un
Dalam bahasa Ibrani di sebut Simson, dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.
Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza, Palestina sekarang).
Suatu ketika Nabi SAW Berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan
Beliau shallallahu alaihi wasallam, terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya
“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”

Beliau menjawab;
“Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang mah’syar, ada seorang Nabi yang membawa pedang dan tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Syam'un”.

Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Al Ghozi AS....
Beliau adalah Nabi yang berasal dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi. Nabi Sam’un Al-Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT
Nabi Syam’un as. adalah seorang pahlawan berambut panjang yang memiliki mukjizat dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana.
Syam’un memiliki senjata semacam pedang yang terbuat dari tulang rahang unta bernama Liha Jamal, dgn pedang itu ia dapat membunuh ribuan orang kafir.
Siapapun musuh yang berhadapan dengannya, pasti akan hancur dengan pedang ajaibnya. Tak hanya itu, bahkan ketika dia merasa haus dan lapar, dengan perantara pedangnya pula Allah memberikan makanan dan minuman.
Syam'un seorang muslim dan seorang yang ahli ibadah yang sangat disegani oleh kaum kafir
Sudah tak terhitung lagi orang kafir yang mati di tangannya. Selain itu, Syam'un juga ahli ibadah dan tercatat ia sanggup beribadah selama 1000 bulan dengan shalat malam dan siangnya berpuasa
Dimana selama 1000 bulan beliau tak pernah lepas dari shalat malam dan siangnya selalu berpuasa
Samson adalah seorang pembela agama tauhid berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan hanya berbekal tulang dagu unta sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain.
Setiap kali menghantam kaum kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung.

 فَإِذاَ عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ , فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ , فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ

Dengan hanya bersenjatakan tulang rahang seekor unta yang di bentuk menyerupai sebuah pedang pendek yang tajam, Nabi Syam'un berperang melawan bangsa yang menentang Allah SWT, dengan penuh keberanian dan selalu dapat mengalahkan mereka.
Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Syam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.
Menghadapi kesaktian Nabi Syam’un al-Ghozi as, membuat para kafirun kewalahan. Mereka mencari jalan untuk bisa menundukkannya. Dengan segala kehebatannya itu, ia dibenci oleh para musuh, terutama dari golongan orang kafir. Akhirnya, dibuatlah rencana untuk membunuh Syam’un. Sang raja Israel pun mencari jalan untuk menundukkan Nabi Syam’un.
Berbagai upaya dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas usulan para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Syam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.
Akhirnya ide licik-pun ditemukan. Mereka menawarkan hadiah berupa uang dan perhiasan yang berlimpah kepada istri Nabi Syam'un sendiri, dengan syarat ia bersedia melumpuhkan suaminya.
Istri Nabi yang ternyata seorang kafir itu sangat tergiur oleh hadiah tersebut. Mereka kemudian memanfaatkan Istri Syam’un untuk ikut membantu membunuh Syam’un,
Setelah dirayu dengan imbalan yang menggiurkan, sang istri meng-iyakan ajakan kaum kafir untuk membunuh Syam’un suaminya sendiri karena ada iming-iming harta benda yang banyak, sang istripun akhirnya mau melakukan kejahatan itu.

فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ , فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ , فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ السِّلْسِلَةُ

Maka orang-orang kafir memberikan ide agar dia mengikat tangan dan kaki Syam’un sewaktu tidur, untuk kemudian akan dibunuh beramai-ramai.
Para pembesar - pembesar Kafir berkata,
“Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur, nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya.”
Pada hari pertama, Istri Syam’un gagal karena ketiduran yang disebabkan karena suaminya terlalu lama mengerjakan shalat malam.
Memang Syam’un tidurnya hanya sedikit saja dalam semalam. Dimana malam-malamnya banyak dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Keesokan harinya, istri Syam’un lapor kepada kaum kafirin bahwa dia belum berhasil mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini.
Pada hari kedua, Istri Syam’un berhasil mengikat suaminya ketika tidur dengan seutas tali yang kuat.
Tatkala Syam’un bangun dan ingin beribadah kepada Allah SWT, ia terkejut karena kedua kakinya terikat. “Wahai istriku, siapakah yang mengikatku dengan tali ini?” tanya Syam’un kepada istrinya. “Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu,” ujar istrinya.
Syam’un dengan mudah dapat melepaskan tali yang mengikatnya dengan satu ucapan doa. Kemudian Syam’un bergegas menuju tempat peribadatannya.
Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu. Namun, setelah itu, musuh-musuh tetap kafir datang lagi dengan membawa rantai dan istri Syam’um siap mengikat suaminya lagi pada malam berikutnya
Pada hari ketiga, Istri Syam’un berhasil lagi mengikat suaminya dengan rantai yang diberikan oleh orang-orang kafir. “Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?” tanya Syam’un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur. “Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu,” jawab istrinya.
Namun, dengan sekali hentakan Syam’un dapat menghancurkan rantai tersebut.
Syam’un segera menarik tangannya dan memotong rantai itu. Kemudian istrinya pun segera membujuk suaminya agar mau menceritakan rahasia kekuatan tubuh yang dimiliki suaminya.
Akhirnya Syam’un bercerita juga, jika sebenarnya ia adalah seorang kekasih Alloh dari sekian banyak kekasih Alloh yang hidup di dunia ini.
Sam’un berkata “Wahai istriku, ketahuilah aku punya rambut panjang ini, tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini,” jelas Syam’un.
Syam’un memang memiliki rambut yang sangat panjang hingga digambarkan bahwa ujung rambutnya sampai menyentuh tanah saat Syam’un berdiri.
Nabiyyulah Syam’un berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan dari rambutnya sendiri itu, namun dia tidak berdaya. Istrinya pun segera memberitahukan hal itu kepada kaum kafir untuk mengeksekusinya
Mulailah mereka menyiksa Nabiyyulah Syam’un dengan memotong kedua telinga, bibir, kedua tangan dan kakinya. bukan hanya itu, Nabiyyulah Syam’un juga disiksa dengan dibutakan kedua matanya, mereka menyiksanya dengan sadis dengan tujuan agar beliau mati secara perlahan-lahan.
Istrinya yang durhaka, ikut pula menyaksikan penyiksaan tersebut tanpa rasa belas kasihan. Astaghfirullah sungguh biadab....
Pertolongan Allah SWT Datang,
Begitu hebatnya siksaan mereka terhadap Nabi Syam’un al-Ghozi as, sehingga Allah SWT mengutus malaikat Jibril alaihissalam untuk bertanya kepada Nabi Syam’un al-Ghozi as, “Wahai Syam’un apa yang engkau inginkan saat ini, Aku akan menindak mereka.”
Nabi Syam’un menjawab,
“Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku hingga aku mampu menggerakkan tiang istana ini, dan menghancurkan mereka dengan kekuatan-MU
Do’a Nabi Syam’un al-Ghazi as di Kabulkan Allah SWT.
Allah SWT memberi kekuatan kembali kepada Nabi Syam’un yang melebihi kekuatan sebelumnya, dengan izin Allah, Nabi Syam’un mampu menggoyangkan tiang istana hanya dengan sedikit gerakan, maka putuslah tali rambut itu dan tiang istanapun runtuh seketika menimpa raja bersama seluruh khalayak istana termasuk istrinya yang durhaka, juga orang-orang yang telah menyiksanya hingga semuanya tewas mengenaskan.
Hanya Nabi Syam’un sendiri yang selamat, lalu Allah SWT mengembalikan seluruh anggota badannya yang telah di mutilasi sehingga utuh seperti sedia kala
فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ سَبِيْلِ اللهِ
Setelah peristiwa itu, Nabi Syam’un al-Ghozi as. bersumpah kepada Allah SWT untuk berjuang di jalan Allah menumpas kebatilan dan kekufuran selama 1000 bulan tanpa henti. Nabi Syam’un juga menyibukkan diri dalam beribadah kepada Allah. Malam hari dilalui dengan memperbanyak shalat malam, dan siangnya beliau berpuasa hingga ajalnya tiba.
Setelah mendengar kisah itu para sahabat pun menangis terharu dan bertanya, “Ya Rasullulah, tahukah baginda akan pahalanya?”, “Aku tidak mengetahuinya.” Jawab Rasulullah
Setelah Rasulullah selesai berkisah, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk datang kepada Nabi Muhammad dan membawakan Surat Al Qadr seraya berkata,
“Wahai Nabi Muhammad, Allah memberikan Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan,”



Allah SWT berfirman: (Surat Al-Qadr ayat 1-5)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ - ١
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ - ٢
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ - ٣
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ - ٤
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ  - ٥
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
-------

Kemudian Rasulullah SAW memerintakan kepada sahabat-sahabatnya untuk mencari malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah SWT berikan kepada Nabi Syam’un Al-Ghazi.

Wallohu A’lamu

Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc
Blog http://arisukristi.blogspot.com

PESAN 1441 H HARI PERTAMA



Suasana pagi hari masih dalam nuansa LFH, kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini disingkat PESAN (Pesantren Online Ramadhan) berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya yang biasanya disebut Sanlat. Dikarenakan masih adanya pandemi Corona yang mewabah di Indonesia saat ini. Kita semua berharap semoga wabah ini segera berakhir dan meninggalkan hikmah yang bermanfaat untuk kita semua. Kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini akan dilaksanakan selama kurang lebih selama 3 hari yaitu tanggal 12 Mei s.d. 14 Mei 2020. Banyak sekali agenda – agenda menarik yang sudah dipersiapkan oleh dewan guru.

Kepala Sekolah membuka kegiatan PESAN melalui live Instagram. Kemudian dilanjutkan materi pertama tentang Thoharoh dan shalat dhuha menggunakan jitsi meet dan para santri mencatat materi yang disampaikan oleh narasumber sebagai tambahan ilmu pengetahuan di Bulan Suci Ramadan ini. Materi kedua tentag Kisah Sunan Kudus disampaikan langsung dari Menara Kudus secara live di Instagram oleh Gus Shofa sebagai narasumber sekaligus pencipta lagu Ya Asyiqol Musthofa. Lagu ini yang menggambarkan rindunya umat manusia kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita termasuk para perindu Nabi yang selalu bergembira dengan penuh harapan bisa bertemu dengan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau  menyanyikan beberapa lirik dari lagu Ya Asyiqol Musthofa  yang sangat sejuk sekali  didengar dan disukai para santri.

Kegiatan - kegiatan Pesantren Ramadhan diisi dengan shalat lima waktu, Qiyamul Lail Tadarus AlQuran, Hafalan Al - Quran serta materi keislaman. Selain kegiatan itu  juga akan dilaksanakan Charity Project yang akan dilakukan oleh angkatan tahun ini yang akrab disebut Querencia. Dalam kegiatan ini para santri yang mengupload twibbon di Instagram masing-masing dengan caption yang menarik berkesempatan mendapatkan puluhan voucher menarik.


                                

Itulah keseruan - keseruan kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini. Dalam dua hari kedepan kita akan terus mengisi waktu di Bulan Ramadhan ini dengan belajar bersama di rumah aja.

Harapan serta kegembiraan terbesar adalah apabila kita mampu dalam mencintai serta merindukan secara benar.

Salam Hamdallah.
Mr.Aribcc

Jumat, 08 Mei 2020

TERBITKAN BUKUMU DAN CATATKAN SEJARAH


Pada pembelajaran hari ini kita akan belajar bersama Ibu Farrah Dina, M.Sc dengan materi Terbitkan Bukumu Catatkan Sejarah. Beliau adalah seorang pendidik, pelatih guru dan penulis, beliau adalah pendiri Tangga Edu, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Pendidikan S1 di IPB, S2 di State University of  New York, College at Buffalo. Beliau telah menulis 20 judul buku, berkaitan dengan pendidikan untuk guru dan orangtua serta buku - buku bergambar untuk anak.

Membaca buku sama halnya dengan berbicara bersama orang-orang bijak di masa lalu. Manusia tentunya ingin dikenang dalam mencatatkan sejarah, oleh karena itu perlu mencari tahu apa yang yang bisa kita tinggalkan. Menerbitkan buku adalah jalan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan hingga sepanjang masa.

          Menerbitkan buku dengan membuat buku ada dua hal yang berbeda. Membuat buku bisa dilakukan oleh siapa saja dan bahkan menerbitkan buku untuk saat ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Akan tetapi menerbitkan buku ke penerbit-penerbit besar itu adalah sebuah akibat dari sebuah karya yang baik. Jadi jangan jadikan itu sebagai awal tujuan/rencana. Jadikan itu sebagai tantangan, namun yang terpenting adalah bagaimana buah daripada tulisan serta pikiran kita diingat sepanjang masa.

Penerbitan adalah sebagai sebuah akibat. Sebuah tulisan yang ingin diterbitkan sebenarnya sangat mudah, namun yang paling penting bagi penulis adalah hadirnya pembaca, untuk membaca tidak selalu dalam bentuk buku, bisa juga berupa tulisan di media sosial. Kalau karya itu baik dan memang dibutuhkan serta sesuai untuk menjawab pertanyaan saat ini. Faktor utamanya adalah bagaimana kita mulai membuat karya lalu mengasahnya menjadi sebuah berlian yang nantinya itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Ada Empat Hal Pokok dalam Menerbitkan Buku yaitu :

1.     Renjana
Renjana adalah Bahasa Indonesia dari passion. Passion adalah sesuatu yang  amat sangat menarik, sesuatu yang menjadi hal-hal yang jika kita melakukannya akan terasa mudah, nyaman dan menyenangkan. Jadi mulailah dengan sesuatu yang memang sesuai dengan passion kita. Mulailah dari apa yang disukai karena dengan begitu akan mengalir kata-katanya dengan mudah dan cara paling mudah untuk kita termotivasi untuk terus menulis adalah bagaimana kita merasa sukses malakukan sesuatu. banyak sekali penulis yang berhenti di tengah jalan itu sebenarnya hal yang wajar, masalahnya lebih sering berawal dari sesuatu yang sebenarnya tidak mudah bagi dirinya yaitu sesuatu yang dipaksakan. Cara yang bisa kita lakukan adalah carilah rencananya, rencananya apa buku yang saat ini sangat dibutuhkan dan apakah bentuknya penelitian tapi kemudian bagaimana kita membuat penelitian itu menjadi sesuatu yang popular kemudian apakah bentuknya motivasi atau bentuknya keagamaan dan lain sebagainya. Tentukan rencana kita tapi jangan yang sulit, lakukan yang menurut kita paling mudah. Bagi yang suka makan buat review tentang makanan dan  yang suka baca buku buat review tentang buku.

2.     Rutin
Kunci agar kita bisa rutin itu bukan hanya rutin menulis, tapi yang lebih penting lagi adalah rutin membaca. Karena dengan rutin membaca itu menjadi sesuatu yang otomatis, sehingga kitapun akan terframe apapun yang kita lihat dan apapun yang kita alami. Kita harus mencari sebuah bahan bacaan sehingga kita akan termotivasi untuk menulis. Ketika kita membaca banyak membaca maka  akan penuh kosakata dan cerita di kepala kita. Karena dengan membaca kosakata dalam membaca tidak sama dengan kosakata lisan, jadi kosakata membaca kecenderungannya adalah berkaitan dengan kosakata menulis, namun lain halnya dengan kosakata lisan. Ketika kita mendengar kita ingin mengungkapkan kembali pembicaraan itu, tetapi ketika kita membaca kita ada keinginan untuk membuat bentuk tulisan yang lain. Sebaiknya usahakan apapun genre bukunya kita terus baca, namun jikalau tidak punya banyak waktu maka sesuaikan genre yang akan ditulis dengan genre buku yang dibaca. Kemudian kita akan rutin menulis kapanpun dan dimanapun.
Rumus daripada penulis hebat adalah mereka selalu menyiapkan waktu khusus dan tempat khusus untuk terus menulis, sehingga terframe dalam otaknya. Ketika dia berada di waktu itu dan di tempat itu, itu adalah saatnya dia untuk menulis. Jangan juga tergantung akan hal itu, akan tetapi untuk membentuk sebuah rutinitas hal tersebut dapat dilakukan. Jadi menulis itu bisa dimana saja kapan saja dan tentang apapun jadi setiap kita melihat suatu hal yang menarik, setiap kita melihat hal-hal apapun dan belum sempat menulis tapi rekam itu. Gunakan recorder pada HP karena kita harus mengumpulkan bank-bank cerita itu. Bank cerita harus detail karena pada saat kita kejadian hari ini kemudian kita baru memiliki kesempatan menulis satu bulan kemudian maka detail itu akan terlupakan oleh kita. Yang kita tulis bukan hanya yang tampak pada mata tapi seperti apa yang kita rasakan.

3.     Review
Review adalah proses yang dilakukan setelah kita punya kumpulan tulisan. Review adalah proses tersulit dan terpanjang. Saat pertama kali menulis draf, tulis semua yang ingin ditulis, tidak perlu diedit, tidak perlu dilihat nama tokohnya, tidak perlu dilihat lagi peristiwanya, scene-nya, logikanya alurnya. Tulis dulu semuanya biarkan dia mengalir kemudian di tahap reviewlah barulah kita melakukan itu semua. Kita lihat tokohnya, kita lihat detailnya, kita lihat alur berpikirnya, Itu yang dilakukan saat review. Review juga penting untuk melihat market kita. Ketika kita menuliskan penelitian, maka jangan jadikan itu menjadi semacam sebuah laporan penelitian yang kita buat untuk jurnal atau yang lainnya, tapi jadi kan itu popular. Ambil sudut pandang dimana itu menjadi sesuatu yang populer, karena ketika diterbitkan akan menjadi sesuatu yang populer, aplicable dan dekat dengan kehidupan pembaca.

4.     Ruang Bagi Pembaca
Ketika review jangan jadikan review dari kita sudah cukup. Hal terpenting adalah review dari pembaca yang dituju. Ruang bagi pembaca artinya bukan kita meminta mereka untuk membaca kemudian kita mengharapkan feddback posotif, tapi justru kita mengharapkan feedback yang negatif, artinya apa yang harus diperbaiki, yang mereka tidak suka dan yang bagi mereka sulit. Hal yang tidak menarik itu yang justru lebih penting sehingga kita kemudian memperbaiki. Walaupun ruang bagi pembaca ini jangan sampai menghilangkan jati penulis. Jadi ruang bagi pembaca itu penting bagi penulis karena seorang penulis tidak ada artinya tanpa seorang pembaca, maka hadirnya pembaca menjadi penting karena itu mempublikasikan tulisan di medsos kemudian meminta keluarga kita, anak kita untuk membaca itu adalah hal yang penting karena ada kepuasan ketika ada orang yang membaca dan itu yang membuat kita terus termotivasi.

Orang yang memendam akan kalah dengan orang yang mengungkapkan dan orang yang menunggu akan kalah dengan orang yang melakukan.

Salam Hamdallah.



Rabu, 06 Mei 2020

MENERBITKAN TULISAN DI PENERBIT MAYOR

Pada pembelajaran hari ini kita akan belajar bersama Bapak Ukim Komarudin dengan materi Menerbitkan Tulisan di Penerbit Mayor. Beliau adalah seorang guru, Penulis, dan motivator.

Menulis merupakan ekspresi pribadi. Oleh karena itu, penting memiliki tempat mencurahkan segala kegelisahan atau apapun bentuknya. Menulis adalah sarana yang tepat. Jangan pernah merasa khawatir, terkait dengan kualitas tulisan dan jangan juga pikirkan  masalah ragam atau apa yang menjadi trend di masyarakat. Pokoknya menulislah, Menulis adalah kebutuhan, dengan menulis kita bisa menemukan hal lebih tentang "diri sendiri"

Menulislah terus hingga jika tidak dilakukan, seperti ada sesuatu yang hilang dan tak lupa juga menulis dengan jujur dan apa adanya. Misalkan seorang guru bisa menulis terkait pelajaran, beragam kegiatan berupa proposal, liputan kegiatan yang harus dituliskan di majalah, dan menulis buku harian. Suatu hari nanti, tulisan-tulisan itu bisa saja dilirik orang-orang terdekat, yang dalam hal ini teman-teman. Satu dua teman berkomentar mengenai tulisanmu.

Usahakan membuat tulisan yang emotif, membuat pembaca larut dalam cerita, bahasa sederhana dan mudah dicerna oleh pembaca. Setelah banyak yang sudah berkomentar positif, kemudian cobalah bukukan tulisan-tulisan itu. Dalam menerbitkan buku terkadang kita akan menemui sesi interview, dalam kesempatan interview itulah banyak sekali pengetahuan terkait tips dan trik menerbitkan buku. Kita akan banyak mendapatkan pelajaran menyangkut hal-hal yang tadinya tidak saya pikirkan.

Hal –Hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan tulisan :

1.     Ada beberapa kriteria buku yang dianggap layak untuk diterbitkan. Khususnya terkait buku mata pelajaran, biasanya mereka mencari buku: (1) menunjukkan penggunaan pendekatan baru; (2) lebih lengkap; (3) penulisnya memang berkualifikasi luar biasa; (4) Naskah renyah (enak dibaca);  dan diutakan dari hasil penelitian lembaga-lembaga pendidikan terbaik.
2.     Dalam menulis kita harus menempatkan diri sesuai stamina dan kecenderungan. Ada tipe sprinter, maka pilih cerpen. Kalau Marathon, pilih novel. Menulislah secara bertahap dari lari jarak pendek karena latihan akhirnya bisa lari jarak jauh.
3.     Dalam membuat sebuah tulisan ada yang disebut, Premis (tema besar) yang terdiri atas satu paragraf. Hebatnya, ia adalah sebuah headline yang memegang pergerakan ide, tokoh, dan alur cerita. Penulis hebat memulai dari itu, jika tidak memulai dari situ, kemungkinannya kalah tenaga, atau tulisan ngawur kemana-mana.
4.     Permasalahan penulis pemula sering serakah, yaitu jadi penulis sekaligus editor. Akhirnya, tidak jadi-jadi. Baru satu bab dikoreksi dan baru lima lembar sudah disalahkan sendiri. Tulis saja, nanti ada jurinya: diri sendiri, teman penulis, dan akhirnya editor. Jika mereka menganggap tulisan kita tidak laku di pasaran, tapi kita bilang itu bagus tak apa. Ada suatu masa yang dikatakan banyak orang jelek, saat itu malah dicari dan dibenarkan orang.
5.     Membaca yang banyak dan siapa saja yang disuka. Hebatnya, Tuhan Maha kreatif dan Penyayang. Kita akan tumbuh menjadi diri sendiri tidak seperti Tere dan lainnya. Memang ada sedikit unsur, seperti ... tapi dalam dunia imajinasi itu sah. namanya terinspirasi.
6.     Mulailah menulis dengan membaca buku-buku yang diduga akan mirip ekspresi bentukannya seperti buku yang akan dibuat. Ketika kita datang ke perpustakaan atau toko buku, kita membaca untuk mendapatkan inspirasi.  Mulailah banyak membaca karya-karya yang bagus yang menjadi minat.
7.     Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Banyak-banyaklah membaca sehingga akan mampu menulis. Himbauan menulislah setiap hari adalah hal yang tepat, namun disertai membaca agar tulisan kita berkualitas. Rumusnya Menulis (produktif) sumbernya adalah membaca (receptif) serta dengarkan respons dari sekitar. Kita memang membutuhkan orang yang membuat kita menjadi lebih baik.
8.     Pada akhirnya kita akan menjadi diri kita sendiri. Termasuk dalam hal karya. Kita akan menemukan warna, tipe, dan kekuatan sendiri dalam menulis. Ketika ada yang memuji tulisan kita, maka di saat itulah kualitas naik ke permukaan. Teruskan dan pupuk kekuatan itu. Sampai kalau serpihan tulisan terjatuh di jalanan, ada seorang teman yang mengatarkan kepada kita bahwa ini tulisan milik kita. Kita akan bertanya, "kok tahu sih ini tulisan saya?" dia kan jawab, "Saya sudah hapal itu gaya tulisanmu."
9.     Semua tulisan ada pagunya. Minimal itu sebagai pegangan dasar. selanjutnya ketika kita mahir, kita mampu membuat varasi-variasi yang kita kehendaki tetapi tetap berpegang pada pagunya.
10.          Trik jitu agar buku pelajaran yang kita buat bisa di minati para pembaca utamanya kaum pelajar adalah Mulailah dengan modul atau serpihan bab sebagai pegangan siswa sendiri. Minta mereka memberikan masukan. Selanjutnya kita bisa meningkatkannya menjadi buku sederhana tetapi hanya untuk kalangan sendiri. Mintalah masukan kembali kepada anak-anak sampai kita merasa yakin kalau ini layak untuk diterbitkan.
11.          Pada proses menerbitkan buku, kita bisa datang sendiri ke penerbit atau mengirimnya lewat pos. Kemasannya: (1) surat yang menjelaskan maksud kita; dan  (2) Naskahnya berupa print outnya. Kemudian minta tanda terima jika mengantar langsung dan tanyakan kapan bisa mendapatkan tanggapan. Akan lebih baik lagi jika mendapatkan nomor kontak editornya.
12.          Interview pada proses penerbitan itu tanda-tanda naskah kita dilirik. Berbahagialah karena diduga naskah kita diperhitungka karena terkadang, naskah kita diterlantarkan oleh mereka tanpa kabar.
13.          Ada dua sistem kerjasama ke penerbit. Pertama, naskah dibiayai hingga terbit dengan nama penulis sebagai pencipta buku dipertahankan. Sebagai gantinya, pihak penerbit menawarkan royalty sebagai pengahasilan penulis dengan rentang 10% s.d. 12%). Artinya, penghasilan atau keuntungan sisanya milik penerbit.
14.          Kedua, naskah dibeli oleh penerbit. Anda sebagai penulis tak lagi berhak mencantumkan nama karena hak naskah sudah anda jual. Biasanya harga naskah tinggi hingga ratusan juta rupiah.
15.          Sejumlah artikel yang dikumpulkan berdasarkan tema. Kemudian bapak dilengkapi sesuai dengan isu kekinian sehingga naskah itu pas dengan situasi kini bias dijadikan buku.

     Kehebatan seorang penulis terletak pada ekspresinya,daya jangkau dakwah yang lebih luas dalam menebar kebaikan serta legacy atau warisan untuk meninggalkan jejak kebaikannya, dalam bentuk tulisan. Menulislah setiap hari, karena kita akan menemukan kebahagiaan; dengan menulis berarti kita menciptakan sejumlah kebaikan.


Salam Hamdallah.

Minggu, 03 Mei 2020

MENULIS SETIAP HARI DAN MENERBITKAN BUKU


Pada pembelajaran hari ini kita akan belajar bersama Bapak Dadang Kadarusman dengan materi Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku. Beliau adalah Motivator, trainer leadership and Personal Development. 

Banyak orang mengatakan ingin sekali menulis buku tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya. Ada satu aspek yang perlu diperbaiki apabila ingin mempunyai hasil karya berupa buku. Menerbitkan buku itu sangat mudah sekali, berbeda dengan 20 tahun lalu. Tantangan terbesar saat ini bukan pada menerbitkan buku, melainkan pada menulis setiap harinya.

Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Kita tidak perlu mendatangi penerbit lagi, mereka yang datang kepada kita. Penerbit akan mendatangi kita jika kemampuan menulis kita sudah sesuai dengan yang mereka cari.

A.   Kiat – kiat agar bisa menulis setiap hari
1.     Jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu sulit.
2.   Kenapa kita perlu menulis setiap hari? Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh juga jiwa kita. Jadi nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkannya ke dalam bentuk tulisan. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan atau butuh seseorang yang mau mendengarnya padahal, belum tentu ada yang mau dengan kan?. Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya yaitu, selembar kertas dengan pena. kalau sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana.
3.    Menulis setiap hari itu merupakan Healing Remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat. Paling tidak menulis 1 Artikel. Artikel adalah sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Jadi yang terpenting dalam 1 hari itu ada karya tulis yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya.
4.  Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper masalah ada atau tidaknya yang membaca tulisan kita dan kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif. Tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. Yang penting menulis saja dulu, kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, pasti akan ada yang membaca.

B.   Hal – hal penting dalam Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku
1. Kalau kita masih pemula, sebaiknya tidak usah menerapkan terlalu banyak kriteria penerbit. Karena pemula butuh penerbit sehingga strateginya paling mudah adalah terus mengikuti kursus menulis, lalu membaut naskah sakaligus konsultasi terus dengan penyelangara.
2.   Fokus kepada proses mengasah skill menulisnya saja. Lalu biarkan hasil karya kita bersebaran di ruang publik. Nanti akan ada penerbit yang datang seperti lampu yang menarik perhatian para laron.
3.   Menulis secara paksaan adalah sebuah proses yang efektif untuk mendisiplinan seorang pembelajar yang belum memiliki 'refleks menulis' sendiri. Bahkan bagi yang sudah biasa menulispun butuh dipaksa.
4.  Dalam tahap belajar tidak perlu khawatir soal tema dan sistematika penulisan. Pokoknya menulis saja dan tidak usah takut salah. Bagi pembelajar, yang terpenting adalah kemauan untuk terus praktek menulis. Lalu, bersedia mendengar masukan dari orang lain untuk perbaikannya.
5.   Dalam tulisan minimal ada 1 gagasan yang sudah sampai kepada pembaca. Dan diujung ceritanya, ada 'komitmen' untuk melanjutkan.
6.    Menggunakan jasa "GHOSTWRITER" itu bukan hal yang buruk. Tapi itu hanya cocok untuk mereka yang hanya ingin menerbitkan buku. Jika kita kan ingin menjadi penulis terampil, maka itu bukan opsi yang tepat.
7.  Dalam proses latihan menulis, kita tidak perlu terikat dengan target berapa jumlah kata.
8.  Tidak perlu baper dengan respon orang terhadap kualitas tulisan kita. Kita cuek tapi, harus menerima diri sendiri sebagai orang yang baru belajar. Jadi, kalau pun tulisan kita 'tidak laku' tidak apa-apa. Karena baru belajar, Latih terus aja, buat tulisan terus, kalau belum berani menunjukkan tulisan itu pada orang lain, biarkan saja menjadi koleksi pribadi. Sambil terus memperbaiki tekniknya, nanti kalau sudah ada tulisan yang 'layak' tunjukkan ke orang lain,dan pilih orang yang tidak akan bersikap negatif.
9.     Dalam menulis sebuah buku tidak ada keharusan menulis judul dulu atau naskah duluan
10. Jika sebuah tulisan sedikit dibaca oleh orang lain, bukan berarti tulisannya tidak bagus. Bisa saja tempat penayangannya yang kurang tepat. Sehingga tulisan bisa dibuat kompolasi. Kalau ketemu audiens yang tepat, tentu akan banyak yang membacanya.
11. Menulis itu untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sedangkan para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka lewat tulisan kita; kita menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan diri itu. Mungkin bapak Ibu bertanya, kenapa kita perlu menulis setiap hari? Seperti kata pepatah “Alah Bisa, Karena Biasa.” Jadi, orang yang terbiasa melakukan sesuatu akan mahir dalam melakukannya kan ya. Contoh, Ibu dan bapak guru kan suka menasihati anak didiknya agar membiasakan diri untuk melakukan sesuatu. Tujuannya apa? Untuk membuat anak didik itu mahir melakukannya. Demikian pula halnya dengan menulis. Jika kita melakukannya setiap hari, maka kita akan menjadi mahir menulis.
12. Saat ini ada banyak sekali penerbit bahkan kita bisa menerbitkan buku sendiri, sehingga kita tidak perlu khawatir.

C.   Kesimpulannya dari perlunya menulis setiap hari
1.     Seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri, dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS. Jadi, jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari.
2.  Orang bilang memulai itu sulit sekali, padahal kita hanya perlu MEMULAI SAJA DARI SEBUAH KATA yang terlintas dalam pikiran. Insya Allah. nanti akan mengalir dengan sendirinya.
3.   Banyak orang tidak percaya diri saat menuangkan gagasan lewat tulisan. Padahal bisa jadi seseorang sedang menanti buah pikiran kita untuk dibacanya dengan penuh kekaguman.
4.   Temukan, hal apa yang bisa membuat kita ingin menulis. Atau apa tujuan kita menulis. Jika sudah ketemu, nanti kita akan dengan sendirinya menulis secara produktif.

Jadi teruslah menulis, karena dengan menulis, engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain.

Salam Hamdallah.

Jumat, 01 Mei 2020

MENGAJAR GAYA MOTIVATOR

Pada pembelajaran hari ini kita akan belajar bersama Bapak Aris Ahmad Jaya DVM. MM dengan materi Mengajar Gaya Motivator. Beliau adalah motivator sekolah - sekolah unggul di Indonesia selama kurang lebih 15 tahun. Beliau adalah pendiri sekaligus CEO dilembaga ABECo SUGESTI MOTIVATINDO yang bergerak dibidang Motivasi dan Konsultan. Pendidikan S1 di IPB, S2 di UIKA Bogor. Beliau telah mempublikasikan beberapa karya buku Best Seller diantaranya buku 30 hari mencari jati diri, yang telah terjual lebih dari 45.000 eksemplar, Love Touch Parenting, dan buku lainnya.

1.     Berdasarkan niat seseorang menjadi guru terbagi dalam dua tipe yaitu :
a.       Guru betulan yaitu guru yang memang dari awal ingin menjadi seorang pendidik, ingin mengajar dan memang dia ingin jadi guru, guru betulan ini memang seorang guru yang diidamkan, guru yang memiliki energi untuk mengajar, energi untuk bertemu dengan siswa, energi untuk menularkan keilmuannya kepada anak didiknya. Guru betulan memang guru yang diidamkan.

b.       Guru kebetulan yaitu ketika seseorang kebetulan ada lowongan menjadi pengajar maka dia menjadi guru, kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu pekerjaan maka dia melamar menjadi guru dan kebetulan di terima, makanya akhirnya menjadi guru, kebetulan ada yayasan orang tua yang butuh guru sehingga mau tidak mau harus melanjutkan impian orang tua akhirnya menjadi guru dan pendidik di yayasan itu atau kebetulan ada teman yang mengajak daripada nganggur maka menjadi guru.

Guru kebetulan akan menjadi salah jika kebetulannya terus – menerus dan tidak mau belajar, namun guru kebetulan akan menjadi guru betulan ketika dia mau belajar dan mau mengerti bahwa ini adalah bagian dari sebuah proses yang harus dihadapi dan kadang – kadang guru kebetulan ini bisa jadi guru yang mencintai, yang dicintai, karena dia menyadari bahwa ini bagian dari sebuah proses baik yang harus dijalankan.Baik guru betulan maupun guru kebetulan itu tidaklah masalah, yang jadi masalah adalah ketika dia tidak mau menerima profesinya sebagai seorang guru.

Baik guru betulan maupun guru kebetulan  ketika mau memberi pelajaran yang baik dan menyenangkan, menginspirasi anak didik, mencintai ilmu yang disampaikan, maka sesungguhnya guru betulan maupun guru kebetulan buahnya akan manis manakala dia adalah guru yang mencintai profesinya. Apalah artinya guru betulan namun tidak mau belajar, menyampaikan asal-asalan, dan menyesali pilihan hidupnya, karena itu marilah kita menjadi guru yang dicintai dan dirindukan karena guru adalah kurikulum yang sesungguhnya. Apapun yang guru berikan, murid akan mencintai manakala dia menyukai gurunya.

2.     Berdasarkan kinerjanya terdapat tiga tipe guru yaitu :

a.     Guru Nyasar
Guru nyasar adalah guru yang tidak punya tujuan, tidak punya arah, dia guru yang menyesatkan. Murid-murid bisa membenci pembelajaran karena gurunya sering tidak berenergi. Murid-murid bisa membenci apapun yang disampaikan oleh guru nyasar ini. Dia adalah seorang guru yang kehadirannya  sebenarnya menjadikan jam dinding bergerak sedemikian lambat karena murid merasa jenuh. Guru nyasar lebih baik segera menyadari kalau memang tidak punya energi menjadi seorang guru lebih baik mengundurkan diri daripada banyak korban-korban yang tidak menyukai pelajaran apapun yang disampaikan.

b.     Guru Bayar
Guru semacam ini adalah guru yang tidak konsisten, kadang ketika tanggal muda semangat, wajah cerah, antusias karena mungkin ada finansial yang cukup karena habis gajian dan mendapatkan uang sertifikasi, namun terkadang mukanya sedemikian menyedihkan tidak semangat gara-gara dia merasa pekerjaan ini bukannya pekerjaan yang menjanjikan, pekerjaan yang menyedihkan, tidak memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Guru bayar diharapkan segera sadar karena banyak murid yang pada dasarnya harus mendapatkan inspirasi keilmuan, tapi mendapatkan guru yang on off, kadang semangat dan kadang tidak, kadang bagus dan kadang tidak. Ini akan menjadikan murid tidak mendapatkan figur yang benar-benar mampu menginspirasinya.

c.      Guru Sadar
Guru sadar adalah seorang guru yang kehadirannya menjadikan murid-murid mencintai dirinya, mencintai pelajarannya, dan mencintai kehidupan, karena apapun yang keluar dari mulut guru sadar adalah kata-kata yang mampu menyadarkan pembelajaran menjadi menyenangkan, keilmuan menjadi mengasyikkan dan kehadiran menyenangkan. Seorang guru yang sadar menyadari sepenuhnya bahwa profesi guru adalah  profesi yang mulia. Sebuah profesi yang mengantarkan murid - murid mendapatkan kepahaman keilmuan yang baik dan benar, sehingga mereka mampu menghadapi permasalahan-permasalahan sesuai dengan zamannya. Guru sadar adalah konektor kebaikan dan konektor keilmuan yang layak dicintai yang akhirnya murid mencintai ilmu itu. Guru sadar adalah guru yang menyadari suatu hari nanti ketika ia meninggal maka murid-murid inilah yang akan menjadi amal jariyah ilmu yang ditinggalkan. Ia akan menjadi inspirasi bagi orang setelahnya dan guru sadar menyadari sepenuhnya bahwa dia adalah magnet bagi kecintaan murid- muridnya terhadap ilmu yang dibawa serta kecintaan murid- muridnya kepada Allah SWT.

3.     Empat peran guru yang seharusya bisa diperankan secara utuh yaitu :

a.     Mengajar
Kita lebih fokus pada peran pertama yaitu mengajar, memindahkan keilmuan yang ada di otak kita ke otak murid kita, memindahkan kurikulum yang ada ke pikiran murid kita. Jadi kalau guru hanya sekedar mengajar, maka guru tersebut akan kalah dengan metode dan pola-pola yang hari ini bisa dilakukan secara online. Mereka bisa belajar dari YouTube bahkan sekarang sudah ada kelas-kelas online yang memungkinkan murid bisa belajar keilmuan tanpa kehadiran guru.

b.     Mendidik
Mendidik, tentu guru menjadi idola, teladan dan menjadi contoh. Karena guru sendiri terdiri dari 2 suku kata yaitu digugu dan ditiru. Diharapkan ketika masuk ke ranah mendidik, maka guru bisa memasukkan nilai-nilai ataupun norma-norma, baik yang bisa dijalankan oleh murid kita dalam keseharian, kedisiplinan, kejujuran, bisa dipercaya, berbagi, bekerja sama, berkomunikasi, memudahkan urusan orang lain, menolong, dan membantu. Itulah pola-pola yang dapat dimasukkan ketika anda mendidik. Kita bisa masuk lewat pembelajaran apapun, mungkin guru matematika bisa mengajarkan tentang kejujuran dan kedisiplinan. Guru IPA bisa mengajarkan tentang bagaimana mereka bersyukur ataupun bagaimana mereka mampu berinteraksi.

c.      Menginspirasi
Ternyata guru yang mampu mendidik adalah guru yang menginspirasi, karena dari apa yang dia didik, murid akan terinspirasi, dia akan menjadikan anda menjadi bagian dari history dan sejarah mereka, bukan hanya sekitar bagian dari story ataupun cerita.

d.     Menggerakkan
Guru adalah sosok yang menginspirasi murid, ketika mampu menunjukkan energi, mampu menunjukkan keteladanan, mampu menunjukkan bahwa kita sepenuh hati. Maka guru adalah inspirator bagi mereka, motivator bagi mereka, dan akhirnya kita mampu menggerakan mereka untuk mengerjakan apa yang disarankan, menggerakkan mereka menjalankan apa yang diharapkan.

Guru yang hebat adalah guru yang tidak hanya mengajar, tapi dia juga mampu mendidik, menginspirasi, dan menggerakkan.


Salam Hamdallah.