Istighfar bukan sekadar penghapus dosa, tetapi kunci yang Allah siapkan untuk membuka rezeki, ketenangan, dan jalan keluar.
Assalamualaykum wr wbBetapa hebatnya istighfar, bukan hanya sebagai tolak balak turun dari Allah, membaca istighfar juga dapat menyelesaikan persoalan-persoalan hidup kita di dunia ini. Sebagaimana di kisahkan oleh syekh Muhammad Shodiq al-Musnawi dalam kitabnya Abwabul Faraj, beliau mengisahkan seorang laki-laki menemui kepada syeikh Hasan al-Bashri dan bercerita tentang kesulitan hidup yang dialaminya.
Syeikh Hasan al-Bashri kemudian menasihatinya, “Bacalah istighfar!” Si laki-laki bertanya, “Kenapa harus membaca istighfar?” Syeikh Hasan al-Bashri menjawab dengan firman Allah [QS. Nuh 10-12)
Kejadian yang sama pernah dialami oleh Syaikhuna KH. Muhammad Kholil bin Abdillatif Bangkalan Madura, seorang waliyullah yang merupakan guru dari kyai-kyai besar di Jawa dan Madura.
Suatu hari, Syaikhuna Kholil didatangi oleh tiga tamu dengan kepentingan yang berbeda-beda. Tamu pertama menemui beliau mengadukan daerah tempat tinggalnya mengalami musim kemarau yang berkepanjangan. Ia diutus oleh masyarakat desanya untuk menemui Syaikhuna Kholil untuk meminta ijazah atau doa. Syaikhuna pun berpesan kepadanya, “Perbanyaklah istighfar!”
Giliran tamu yang kedua menghadap, usaha dagang yang dijalaninya selalu merugi. Syaikhuna pun berpesan kepadanya agar memperbanyak istighfar. Setelah tamu kedua keluar, masuklah tamu ketiga menghadap kepada Syaikhuna karena bertahun-tahun istrinya belum juga hamil. Syaikhuna memberi ijazah yang sama, yaitu perbanyaklah membaca istighfar.
Akhirnya ketiga tamu itu pulang dan mereka menyeberang selat Madura menuju ujung dengan perahu yang sama. Di atas perahu mereka berbincang-bincang, saling bercerita tentang maksud tujuannya menemui Syaikhuna Kholil Bangkalan.
Mereka kaget karena Syaikhuna memberi ijazah yang sama. Kembalilah mereka ke bangkalan dengan maksud menanyakan perihal kesamaan ijazah padahal masalahnya berbeda. Sesampainya di kediaman syaikhuna, mereka bertanya tentang kesamaan ijazah tersebut? Dengan bijaksana, Syaikhuna Kholil menyuruh ketiga tamunya untuk mengambil air wudhu dan membawa Al-Qur’an.
Dibukalah Al-Qur’an surat Nuh ayat 10-12 seperti yang tertera di atas. Akhirnya Syaikhuna dawuh, “Apapun masalah kalian, apapun problem kalian, dan apapun kesulitan kalian kuncinya hanya satu, perbanyaklah istighfar!”
Junjungan dan panutan kita, baginda Rasulullah SAW yang merupakan seorang yang ma’shum, terjaga dari dosa, setiap harinya selalu beristighfar minimal 70 kali, bhkan dalam riwayat lain hingga 100 kali
مَنْ لَزِمَ الْإسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللّٰهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ رواه أبو داود
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.
Bulan Rajab dikenal dengan bulan Istighfar, mari sambut bulan mulia ini dengan memperbanyak Istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ
Wahai Tuhanku, berikanlah ampunan kepadaku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.
Wasssalamualaykum wr wb
Rajab mengajarkan bahwa taubat bukan tanda kelemahan, melainkan awal turunnya pertolongan Allah.
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar