“Masalah kecil menjadi mematikan ketika diberi
porsi berlebihan.”
Assalamualaykum wr wb
Seorang admiral dari Amerika Serikat yang
dikenal sebagai penjelajah Kutub Selatan pernah menuliskan pengalamannya selama
ekspedisi di wilayah paling ekstrem di bumi. Suhu di sana bisa mencapai 80
derajat di bawah nol, kondisi yang sedikit saja kesalahan—salah pakaian,
salah perlengkapan—dapat langsung mengancam nyawa.
Namun, hal yang paling mengherankan bagi sang
admiral bukan hanya ganasnya alam, melainkan perilaku manusia di dalamnya.
Di tengah ancaman kematian yang nyata, para awak justru sering terlibat konflik
akibat hal-hal yang sangat sepele. Mereka bertengkar karena ada yang
melewati jatah waktu tidur, jengkel karena suara kunyahan teman saat makan,
atau berselisih karena kebiasaan kecil yang sebenarnya tidak berarti apa-apa.
Sang admiral menyaksikan bagaimana masalah-masalah
kecil mampu merampas kejernihan akal, bahkan pada orang-orang yang
seharusnya sangat disiplin dan terlatih. Padahal, setiap detik hidup mereka
berada di ujung bahaya. Ironisnya, justru hal-hal remeh itulah yang diberi
porsi perhatian terlalu besar, sementara persoalan paling utama—bagaimana
bertahan hidup—sering terabaikan.
Dari pengalaman itu, sang admiral menarik satu
pelajaran penting: bukan semua masalah layak dibesarkan. Ada persoalan
yang memang ada, tetapi ada pula masalah yang jauh lebih besar dan lebih
mendesak yang sering kita anggap sepele. Ketika fokus kita salah, hal kecil
bisa menghancurkan ketenangan, bahkan di saat hidup sedang dipertaruhkan.
Wassalamualaykum wr wb
“Hidup terancam bukan hanya oleh badai, tapi
oleh fokus yang keliru.”
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar