Minggu, 28 Desember 2025

Pelajaran dari Kutub Selatan

 

“Masalah kecil menjadi mematikan ketika diberi porsi berlebihan.”

Assalamualaykum wr wb

Seorang admiral dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai penjelajah Kutub Selatan pernah menuliskan pengalamannya selama ekspedisi di wilayah paling ekstrem di bumi. Suhu di sana bisa mencapai 80 derajat di bawah nol, kondisi yang sedikit saja kesalahan—salah pakaian, salah perlengkapan—dapat langsung mengancam nyawa.

Namun, hal yang paling mengherankan bagi sang admiral bukan hanya ganasnya alam, melainkan perilaku manusia di dalamnya. Di tengah ancaman kematian yang nyata, para awak justru sering terlibat konflik akibat hal-hal yang sangat sepele. Mereka bertengkar karena ada yang melewati jatah waktu tidur, jengkel karena suara kunyahan teman saat makan, atau berselisih karena kebiasaan kecil yang sebenarnya tidak berarti apa-apa.

Sang admiral menyaksikan bagaimana masalah-masalah kecil mampu merampas kejernihan akal, bahkan pada orang-orang yang seharusnya sangat disiplin dan terlatih. Padahal, setiap detik hidup mereka berada di ujung bahaya. Ironisnya, justru hal-hal remeh itulah yang diberi porsi perhatian terlalu besar, sementara persoalan paling utama—bagaimana bertahan hidup—sering terabaikan.

Dari pengalaman itu, sang admiral menarik satu pelajaran penting: bukan semua masalah layak dibesarkan. Ada persoalan yang memang ada, tetapi ada pula masalah yang jauh lebih besar dan lebih mendesak yang sering kita anggap sepele. Ketika fokus kita salah, hal kecil bisa menghancurkan ketenangan, bahkan di saat hidup sedang dipertaruhkan.

Wassalamualaykum wr wb

“Hidup terancam bukan hanya oleh badai, tapi oleh fokus yang keliru.”

JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar