Minggu, 28 Desember 2025

“Seteguk Air dan Nilai Sebuah Kekuasaan”

 

Syukur bukan tentang memiliki segalanya, tetapi menyadari betapa berharganya hal-hal yang kita anggap sepele.

Assalamualaykum wr wb

Suatu hari, Khalifah Harun Al-Rasyid, penguasa besar di masanya yang dikenal cinta ilmu, bertemu dengan seorang sufi bernama Ibnu Sam’an. Dalam pertemuan itu, sang khalifah meminta nasihat darinya.

Ibnu Sam’an lalu berkata dengan tenang,
“Wahai Amirul Mukminin, seandainya minuman yang ada di hadapanmu ini dihalangi darimu, padahal engkau sangat haus, maukah engkau menebusnya dengan seluruh kerajaan yang engkau miliki?”

Harun Al-Rasyid menjawab jujur,
“Ya, tentu saja.”

Ibnu Sam’an melanjutkan,
“Baik. Sekarang bayangkan setelah engkau minum, engkau ingin buang air kecil, tetapi air seni itu tertahan dan tidak bisa keluar. Rasa sakitnya amat menyiksa. Maukah engkau menebus agar bisa buang air kecil dengan seluruh kerajaanmu?”

Sang khalifah kembali menjawab,
“Ya, tentu saja.”

Ibnu Sam’an pun menutup nasihatnya dengan kalimat yang mengguncang,
“Kalau begitu, wahai Amirul Mukminin, apa arti kerajaan yang engkau banggakan, jika nilainya bahkan tidak sebanding dengan seteguk air dan kemampuan buang air kecil?”

Harun Al-Rasyid terdiam. Ia menyadari bahwa nikmat yang selama ini dianggap sepele—air minum dan kesehatan tubuh—ternyata nilainya jauh lebih besar daripada kekuasaan dan harta yang ia miliki.

Kisah ini mengajarkan bahwa Allah telah menganugerahkan nikmat yang sangat mahal kepada manusia, namun sering kali kita lalai mensyukurinya. Padahal, satu nikmat kecil saja, jika dicabut, mampu membuat manusia rela menukar apa pun yang ia punya.

Wassalamualaykum wr wb

Kebahagiaan sejati lahir dari kesadaran, bukan dari kekuasaan.

JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar