Jumat, 19 Desember 2025

Kisah Akhlak Hasan al-Bashri

 

Orang beriman melihat luka sebagai ladang pahala.

Assalamualaykum wr wb

Hasan al-Bashri dikenal sebagai seorang ulama besar dengan akhlak yang luar biasa. Salah satu kisah paling masyhur tentang beliau adalah ketika ada seseorang yang menggibahi dan membuka aib beliau di hadapan banyak orang.

Suatu hari, Hasan al-Bashri mendapat kabar,
“Wahai Hasan, si Fulan telah menggibah dan membicarakan aibmu.”

Apa yang dilakukan Hasan al-Bashri?
Beliau tidak marah, tidak membalas, dan tidak menuntut permintaan maaf.

Sebaliknya, Hasan al-Bashri mengutus seseorang untuk mengantarkan makanan kepada orang yang telah menggibahinya. Bersama makanan itu, beliau menyampaikan pesan:

“Engkau telah menghadiahkan kepadaku pahala-pahala karena engkau menggibahku. Aku ingin membalas pemberianmu ini dengan makanan. Namun ketahuilah, pemberianku ini tidaklah sebanding dengan pemberianmu kepadaku.”

Subhanallah.
Beliau memandang ghibah bukan sebagai penghinaan, melainkan sebagai pemberian pahala.

Akhlak seperti ini bukan sesuatu yang lahir dalam semalam.
Ini bukan hasil mendengar satu ceramah, membaca satu tulisan, atau menonton satu video.
Ini adalah buah dari pendidikan iman dan adab selama bertahun-tahun.

Hasan al-Bashri dikenal menempuh perjalanan jauh hanya untuk belajar adab, bahkan adab duduk di majelis ilmu. Bagi beliau, ilmu bukan sekadar memenuhi kepala, tetapi mengubah karakter, kebiasaan, dan mental.

Perubahan akhlak tidak bisa dicapai dengan jalan pintas.
Tidak ada shortcut menuju kemuliaan akhlak.
Ada harga yang harus dibayar: kesungguhan, kesabaran, dan kebersamaan dengan orang-orang saleh (sohbat ash-shalihin).

Seseorang yang mendampingi orang-orang saleh, meski hanya beberapa bulan, akan merasakan perubahan dalam sikap, tutur kata, dan kebiasaan.
Karena akhlak itu menular, dan kebaikan itu dipelajari dengan kedekatan.

Wassalamualaykum wr wb

Dibalas ghibah dengan hadiah, bukan amarah.
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar