“Mengikuti keramaian sering membuat kita lupa tujuan.”
Kisah ini mengingatkan kita pada kehidupan
manusia. Banyak dari kita yang mudah terombang-ambing oleh komentar orang
lain—komentar yang sering kali datang dari mereka yang tidak sungguh-sungguh
mengenal diri kita. Orang lain hanya melihat dari luar, sementara kitalah yang
paling memahami diri kita secara mendalam: kekuatan, keterbatasan, tujuan, dan
jalan hidup kita sendiri.
Namun sering kali, demi mendapatkan validasi,
pujian, atau sekadar agar tidak ditolak, kita mengorbankan pemahaman kita
terhadap diri sendiri. Kita mulai menyesuaikan diri dengan harapan orang lain,
hingga perlahan-lahan menjauh dari jati diri kita. Akibatnya, seperti burung
gagak tadi, kita tidak sungguh-sungguh menjadi apa pun: tidak optimal pada
potensi asli, dan gagal dalam peran yang dipaksakan.
Karena itu, perjalanan hidup seharusnya
diawali dengan pengenalan diri, lalu dilanjutkan dengan keberanian
untuk menjadi diri sendiri. Ketika kita telah memahami siapa diri kita dan
apa tujuan hidup kita, saat itulah kita perlu berdiri teguh di jalan yang kita
yakini.
Pesannya jelas: tidak semua suara layak
diikuti, dan tidak semua penilaian orang lain harus menjadi arah hidup
kita.
Wassalamualaykum wr wb
“Kau diciptakan untuk terbang, bukan untuk
memenuhi selera penonton.”
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar