Assalamualaykum wr wb
Doa itu ternyata dikabulkan. Penyakit berat
yang kini menimpanya adalah buah dari permintaannya sendiri.
Seakan Rasulullah ﷺ ingin menegaskan: bukankah
Allah Maha Kuasa untuk memberi kebaikan sekaligus di dunia dan di akhirat?
Mengapa manusia sering berdoa dengan permintaan yang setengah-setengah, bahkan
memberatkan diri sendiri, seolah-olah Allah harus memilih antara satu kebaikan
dan kebaikan lainnya?
Kisah ini mengajarkan bahwa sering kali pikiran
kitalah yang membuat hidup terasa sempit. Kita sendiri yang memberi syarat-syarat
aneh dalam doa, membebani diri dengan nazar dan harapan yang tidak
proporsional, seakan kebaikan Allah itu terbatas.
Padahal, Allah Maha Luas rahmat-Nya. Yang
dibutuhkan adalah mindset yang benar: berani berharap pada kebaikan yang
utuh, tanpa merendahkan diri dengan prasangka bahwa kita hanya layak menderita.
Wassalamualaykum wr wb
“Doa yang salah bukan ditolak, tetapi bisa
memberatkan diri sendiri.”
JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar