Minggu, 28 Desember 2025

“Kesalahan dalam Meminta”

 

“Mintalah ampunan, bukan penderitaan.”

Assalamualaykum wr wb

Suatu hari, Rasulullah ﷺ mengunjungi seorang sahabat yang sedang sakit parah. Tubuhnya tampak kurus, lemah, dan tak berdaya, seakan penyakit itu telah menguras seluruh tenaganya. Melihat keadaan sahabatnya, Rasulullah ﷺ—dengan petunjuk dari Allah—bertanya dengan lembut,
“Apakah engkau pernah berdoa kepada Allah dengan permintaan yang tidak biasa?”

Sahabat itu terdiam sejenak, lalu teringat doanya di masa lalu. Ia berkata,
“Wahai Rasulullah, dahulu aku pernah berdoa: ‘Ya Allah, jangan Engkau siksa aku di akhirat karena dosa-dosaku. Jika Engkau hendak menyiksaku, maka jadikan siksaan itu di dunia saja.’”

Doa itu ternyata dikabulkan. Penyakit berat yang kini menimpanya adalah buah dari permintaannya sendiri.

Rasulullah ﷺ terkejut dan menegurnya dengan penuh kasih,
“Subhanallah, engkau tidak akan sanggup menanggungnya. Tidakkah lebih baik jika engkau berdoa:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar?”

Seakan Rasulullah ﷺ ingin menegaskan: bukankah Allah Maha Kuasa untuk memberi kebaikan sekaligus di dunia dan di akhirat? Mengapa manusia sering berdoa dengan permintaan yang setengah-setengah, bahkan memberatkan diri sendiri, seolah-olah Allah harus memilih antara satu kebaikan dan kebaikan lainnya?

Kisah ini mengajarkan bahwa sering kali pikiran kitalah yang membuat hidup terasa sempit. Kita sendiri yang memberi syarat-syarat aneh dalam doa, membebani diri dengan nazar dan harapan yang tidak proporsional, seakan kebaikan Allah itu terbatas.

Padahal, Allah Maha Luas rahmat-Nya. Yang dibutuhkan adalah mindset yang benar: berani berharap pada kebaikan yang utuh, tanpa merendahkan diri dengan prasangka bahwa kita hanya layak menderita.

Wassalamualaykum wr wb

“Doa yang salah bukan ditolak, tetapi bisa memberatkan diri sendiri.”

JANGAN LUPA BERPRASANGKA BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar